Jakarta (buseronline.com) - Sebanyak 1.741 sekolah terdampak bencana di wilayah Sumatra telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran pascabencana. Total nilai anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1,254 T, dengan realisasi pencairan sebesar Rp411,4 M.
Data tersebut merujuk pada laporan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dihimpun Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 27 Februari 2026.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan percepatan pemulihan pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi meski dalam situasi darurat.
“Setiap anak berhak kembali belajar dalam kondisi aman dan nyaman. Karena itu, percepatan pencairan anggaran dan penyempurnaan mekanisme penyaluran bantuan menjadi langkah konkret agar ruang-ruang belajar yang terdampak bencana dapat segera dipulihkan dan pembelajaran berjalan kembali,” ujar Gogot dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, proses pencairan sempat tertunda pada pekan ini karena adanya adendum PKS untuk menyesuaikan penambahan mebelair dalam menu revitalisasi. Namun, dilansir dari laman Kemendikdasmen, pada pekan depan direncanakan akan ada penambahan PKS untuk 248 sekolah lagi, sementara proses pencairan tetap berjalan bagi sekolah yang telah menyelesaikan PKS.
Selain revitalisasi sarana pendidikan, Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) juga telah melakukan pembukaan blokir anggaran bantuan pemerintah (Banpem) sebesar Rp21,6 M. Proses tersebut ditargetkan rampung pada pekan depan agar dana segera dapat disalurkan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran pada masa transisi darurat menuju tahap pemulihan.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik terdampak bencana. Hingga saat ini, bantuan bagi guru telah disalurkan sebesar Rp220 M kepada sekitar 36 ribu guru. Sementara itu, sebanyak 23 ribu guru lainnya masih dalam proses verifikasi untuk penyaluran bantuan berikutnya.
Kemendikdasmen memastikan koordinasi lintas satuan kerja terus dilakukan guna mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak banjir dan longsor susulan di sejumlah daerah di Sumatra.
Masyarakat dapat memantau informasi terkini mengenai sekolah terdampak bencana melalui laman resmi referensi data Kemendikdasmen. (R)