Surabaya (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memproteksi masa depan generasi muda melalui penguatan karakter di lingkungan sekolah.
Hal tersebut disampaikan usai menghadiri peluncuran program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dalam rangka Ananda Bersinar yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kamis, di Surabaya.
Program IKAN merupakan inisiatif kolaboratif dalam payung kerja sama antara BNN dan Kemendikdasmen untuk membentengi masa depan anak bangsa dari ancaman narkotika.
Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa dukungan terhadap program ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI, khususnya poin keempat dan ketujuh, yang menekankan pembangunan sumber daya manusia unggul dan penguatan karakter bangsa.
“Program ini merupakan langkah nyata dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan BNN untuk membangun lingkungan dan budaya sekolah yang bersih dari narkoba,” ujar Mu’ti.
Ia menambahkan, program IKAN sejalan dengan kebijakan kementerian melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta visi membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah).
Menurutnya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, sekolah harus menjadi oase yang aman bagi tumbuh kembang anak secara utuh, tidak hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga terlindungi dari perilaku yang merusak fisik, mental, dan spiritual murid.
Sementara itu, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa IKAN merupakan bagian dari transformasi aksi nasional untuk mewujudkan “Indonesia Bersinar” (Bersih Narkoba). Ia mengapresiasi Kemendikdasmen dan UNESA atas percepatan implementasi kurikulum yang kini menyasar murid mulai jenjang TK hingga SMA.
“Kurikulum integrasi antinarkoba ini akan diakselerasi ke seluruh sekolah di Indonesia. Materinya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada seperti Biologi, Matematika, dan lainnya, sehingga tidak menambah beban belajar siswa,” jelas Suyudi.
Ia berharap pemahaman bahaya narkoba sejak dini dapat membekali generasi muda agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkotika yang mengancam kesehatan dan masa depan mereka.
Rektor UNESA, Nurhasan, menekankan pentingnya aksi kolektif dalam implementasi program di lapangan. UNESA sebagai mitra strategis telah mengintegrasikan materi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke dalam ekosistem Labschool UNESA, serta melakukan tes urin rutin bagi pimpinan dan mahasiswa.
Ke depan, Kemendikdasmen berencana memperkuat implementasi program melalui pelatihan guru dan aktivasi peran murid lewat organisasi siswa seperti OSIS dan kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini diharapkan menjadikan nilai-nilai antinarkoba sebagai budaya dan gaya hidup, bukan sekadar teori di kelas.
“Kami ingin mengintegrasikan pemahaman dan sikap agar murid berhati-hati terhadap bahaya narkotika, serta membangun budaya hidup positif agar menjadi generasi yang kuat secara jasmani dan spiritual,” tegas Mu’ti.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI secara simbolis menyerahkan Buku Pedoman Integrasi Kurikulum Anti Narkoba di Satuan Pendidikan kepada Mendikdasmen.
Buku ini dirancang sebagai panduan bagi sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen maupun Kementerian Agama, dengan pendampingan penyuluh BNN di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Apresiasi atas implementasi nyata juga diberikan kepada Yayasan Dharma Wanita UNESA dan Lembaga Labschool UNESA atas keberhasilan mengintegrasikan kurikulum antinarkoba di seluruh jenjang pendidikan mereka.
Antusiasme turut terlihat saat Menteri Mu’ti berinteraksi melalui video conference dengan Kepala SD Negeri 3 Pagar Alam, Sumatra Selatan. Menanggapi praktik baik sekolah yang rutin mengundang penyuluh BNN, Mu’ti menekankan pentingnya keterlibatan aktif murid dalam ekosistem sekolah.
“Sekolah yang aman dan nyaman adalah sekolah yang bebas dari segala perilaku yang merusak fisik, mental, dan spiritual anak-anak kita,” pesannya.
Melalui peluncuran IKAN, Kemendikdasmen dan BNN berkomitmen mempercepat penyuluhan serta pelatihan guru agar sekolah benar-benar menjadi benteng pertahanan bagi generasi masa depan yang kuat, hebat, dan bermartabat. (R)