Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat program prioritas pendidikan pada 2026, dengan fokus menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus bermakna bagi setiap anak bangsa.Dalam pembukaan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru tetap menjadi pilar utama transformasi pendidikan.Menurut Mendikdasmen, dilansir dari laman Kemendikdasmen, capaian tahun-tahun sebelumnya menjadi fondasi penting untuk akselerasi program ke depan. Salah satu terobosan yang diperluas adalah Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).Sepanjang 2025, lebih dari 52 ribu kepala sekolah telah mengikuti pelatihan untuk memimpin transformasi pembelajaran, disertai 186 ribu pendidik dan tenaga kependidikan yang berhasil menuntaskan pelatihan.“Inisiatif pembelajaran mendalam kami lakukan agar proses belajar menjadi lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu,” tegas Mu’ti, Rabu.Implementasi Pembelajaran Mendalam mulai menunjukkan dampak positif di satuan pendidikan, terutama dalam mengubah persepsi murid terhadap mata pelajaran yang sebelumnya dianggap sulit. Angga Dwi Pratama, guru matematika SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading, Surabaya, menceritakan pengalamannya.“Dulu anak-anak kalau dengar jam matematika sudah mengeluh. Sekarang, before-after-nya jelas sekali. Mereka lebih antusias karena penasaran hari ini kita akan bahas isu apa lagi. Belajar sekarang bukan sekadar untuk tahu sesuatu, tapi untuk menyelesaikan masalah atau mencari solusi,” ujar Angga.Ia menambahkan bahwa guru harus peka terhadap fenomena terkini agar diskusi di kelas tetap relevan dan hidup.Di Kabupaten Tuban, Eko Wahyudi, Kepala Seksi Penyelenggaraan Pendidikan SD, menilai metode ini memanusiakan murid dan meningkatkan pemahaman konsep secara mendalam.“Meskipun tantangannya ada pada pendampingan guru, kami optimistis murid akan lebih memahami konsep dan semangat berkolaborasi,” kata Eko.Di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, pendekatan Pembelajaran Mendalam telah menjangkau 140 guru dan kepala sekolah. Cik Aden, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, mengungkapkan antusiasme para guru.“Para guru sangat antusias dan berkomitmen. Meski ada kekhawatiran terkait standar penerapan, kami mendorong pengimbasan ke sekolah sekitar agar semangat ini menular,” ujarnya.Dukungan juga datang dari wilayah timur Indonesia. Jantje, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menilai metode ini menyenangkan dan kreatif.“Konsep ini meningkatkan kualitas hasil murid sesuai kemampuan masing-masing. Guru dapat mendesain pembelajaran kreatif berdasarkan latar belakang murid,” jelas Jantje.Ia menekankan pentingnya sinergi pusat-daerah dan penyediaan sumber daya pendukung, termasuk pembentukan Duta Pembelajaran Mendalam di kalangan murid.Dengan kolaborasi antara visi pemerintah pusat dan dedikasi guru, Kemendikdasmen optimistis Pembelajaran Mendalam akan menjadi roh baru pendidikan nasional, menghasilkan generasi yang utuh, kreatif, dan berdaya saing global, bukan sekadar mengejar nilai akademik. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi