Bogor (buseronline.com) - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, melakukan sosialisasi anti bullying di Sekolah Dasar Negeri Rimba Putra, Bogor Barat, Selasa. Kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada siswa agar terhindar dari perundungan dan merasa aman saat belajar.
Dilansir dari laman Diskominfo Bogor, Program edukasi anti bullying ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang digencarkan sejak awal 2026 untuk menekan kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Fokusnya menyasar siswa tingkat dasar, dengan tujuan pencegahan dilakukan sejak usia dini.
Jenal Mutaqin hadir langsung bersama perangkat dinas terkait untuk memberikan pemahaman kepada murid-murid.
“Sejak kecil anak-anak harus paham, perundungan itu tidak baik, mengejek atau menghina itu tidak baik,” ujar Jenal.
Ia menekankan bahwa guru memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Dengan dukungan keluarga dan tenaga pendidik, Jenal berharap Sekolah Dasar Negeri Rimba Putra terbebas dari bullying, baik dari sisi korban maupun pelaku.
“Kalau terus diedukasi, siswa akan jadi generasi kuat dan anti bullying,” tambahnya.
Para siswa pun menyatakan sepakat untuk saling menjaga sikap, menghindari perilaku yang merendahkan teman, dan menolak ejekan atau hinaan dalam bentuk apapun.
Kepala Sekolah Dasar Negeri Rimba Putra, Widi Prihayana, menilai sosialisasi ini sangat penting agar siswa mengenal bullying dan memahami cara mencegahnya. Ia menekankan bahwa candaan yang tidak dikontrol sejak awal dapat berubah menjadi perundungan.
“Ilmu yang didapat siswa hari ini menjadi bekal untuk membentuk karakter saling menghargai, baik di sekolah maupun di rumah,” jelas Widi.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung pengembangan karakter positif bagi seluruh siswa. (R)