Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Natal KPK 2025: Membangun Iman dan Integritas Anak sebagai Benteng Antikorupsi

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 14 Januari 2026 09:12 WIB
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan sambutan pada Perayaan Natal Oikumene KPK 2025 di Gedung Juang KPK, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). (Dok/KPK)

Jakarta (buseronline.com) - Gedung Juang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Sabtu, dipenuhi suara riang anak-anak sekolah minggu yang mengiringi perayaan Natal Oikumene 2025. Kali ini, kidung klasik “Go Tell It on the Mountain” terdengar sebagai simbol keberanian menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan antikorupsi sejak usia dini.

Kegiatan Natal tahun ini menempatkan anak-anak sebagai pusat perhatian, dengan tujuan menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

Dilansir dari laman KPK, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, yang hadir di tengah suasana khidmat tersebut, menyatakan bahwa Natal menjadi momen refleksi moral sekaligus pengingat bahwa tugas pemberantasan korupsi bukan sekadar penegakan hukum, tetapi panggilan moral.

“Perayaan ini menjadi pengingat, tugas pemberantasan korupsi bukan hanya soal hukum, melainkan panggilan moral menjaga keadilan dan martabat kemanusiaan,” tutur Setyo.

Ia menambahkan, KPK berkomitmen menanamkan pendidikan antikorupsi yang berakar pada nilai moral dan spiritual agar pemberantasan korupsi memberi dampak nyata dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal KPK, Cahya H Harefa, menekankan pentingnya membekali anak-anak dengan keberanian berkata benar dan peduli terhadap sesama. Nilai ini menjadi fondasi tumbuhnya budaya antikorupsi di masyarakat.

“Anak-anak harus dibekali keberanian berkata ‘benar’, peduli terhadap sesama, serta menjadi fondasi tumbuhnya budaya antikorupsi. Hidup sederhana dan menolak keserakahan adalah benteng moral paling alamiah bagi manusia,” kata Cahya.

Pesan moral dan etis ini diperkuat Ps Jose Carol dari Jakarta Praise Community Church (JPCC). Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran agama, praktik korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengingkari panggilan manusia untuk berkarya jujur sebagai mitra Tuhan.

“Korupsi turut mencederai nilai kasih dan keadilan sebagai inti ajaran Nasrani,” ujar Ps Jose Carol, yang menyampaikan pesan dengan pendekatan sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami anak-anak.

Perayaan Natal KPK 2025 juga menjadi refleksi penting bahwa membangun budaya antikorupsi tidak cukup hanya dilakukan di ruang kerja. Anak-anak sekolah minggu merupakan bagian dari ekosistem pendidikan integritas yang perlu dipupuk di luar lingkungan kerja.

Kegiatan ini dihadiri Dewan Pengawas KPK Benny Jozua Mamoto, eks Dewas KPK Albertina Ho, eks Pimpinan KPK Alexander Marwata, eks Deputi Pencegahan dan Monitoring Pahala Nainggolan, serta jajaran KPK lainnya termasuk Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi (ACLC) Yonathan Demme Tangdilintin.

Selain peringatan hari besar keagamaan, Persekutuan Doa Oikumene KPK secara konsisten menggelar ibadah rutin setiap Jumat dan berbagai kegiatan sosial. Hal ini menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan pembinaan integritas spiritual insan KPK dalam menjalankan tugas kelembagaan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi

Pendidikan

KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa

Pendidikan

PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari

Pendidikan

Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Pendidikan

Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus

Pendidikan

Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja