Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Cegah Penyebaran Paham IRET, Densus 88 AT Polri Gelar Sosialisasi di SMA Negeri 2 Merauke

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 13 Januari 2026 09:18 WIB
Ribuan siswa SMA Negeri 2 Merauke mengikuti sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang digelar Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri di lingkungan sekolah, Merauke, Papua Selatan, Jumat (9/1/2025). (Dok/Humas

Merauke (buseronline.com) - Tim Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di SMA Negeri 2 Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat.

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.089 siswa-siswi sebagai upaya penguatan literasi kebangsaan dan ketahanan generasi muda terhadap paham menyimpang.

Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap berbagai bentuk provokasi dan ideologi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, baik yang disebarkan secara langsung maupun melalui media sosial dan media elektronik.

Dilansir dari laman Humas Polri, Anggota Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, IPTU Firson Hidayat, dalam pemaparannya menegaskan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk memiliki pemahaman yang benar tentang bahaya paham IRET.

“Kita semua perlu waspada terhadap hal-hal yang ingin memecah belah dan memprovokasi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah potensi penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang kini banyak menyasar generasi muda, termasuk melalui media sosial,” ujar IPTU Firson.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pencegahan Densus 88 juga mengimbau para guru dan siswa agar lebih selektif dalam mengikuti kajian berkedok agama, undangan tertentu, maupun konten yang beredar di media sosial yang berpotensi mendoktrin dan mengarahkan pada paham IRET.

IPTU Firson turut memberikan pemahaman terkait berbagai ideologi ekstrem yang berkembang secara global, salah satunya Neo-Nazi. Ia menjelaskan bahwa Neo-Nazi merupakan paham atau gerakan yang berupaya menghidupkan kembali ideologi Nazi Jerman di era modern.

“IRET adalah jalurnya, sedangkan Neo-Nazi merupakan salah satu muatan ideologi ekstrem yang bisa masuk melalui berbagai media. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memiliki daya kritis dan pemahaman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh,” jelasnya.

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Mereka juga diberikan ruang untuk berdiskusi dan bertanya seputar cara mengenali serta mencegah masuknya paham radikal di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan penegasan komitmen bersama antara pihak sekolah, siswa, dan Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri untuk terus menjaga semangat nasionalisme, memperkuat karakter kebangsaan, serta menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pertamina Perkuat Pasokan BBM Nasional, Tambah Jam Operasional SPBU

Pendidikan

Napoli Gagal Menang, AS Roma Paksa Hasil Imbang 3-3 Lewat Gol Dramatis Menit ke-89

Pendidikan

Tottenham Hotspur Bungkam Chelsea 2-0 di Stamford Bridge

Pendidikan

Arsenal Kalahkan Everton 2-0, The Gunners Samai Poin Manchester City

Pendidikan

Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Sumut Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Pendidikan

Ahmad Luthfi Raih Detik Jateng-Jogja Award 2026, Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun