Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

500 Pelajar SMKN 1 Banjarbaru Diberi Edukasi Densus 88 tentang Bahaya Radikalisme di Media Sosial

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 08 Januari 2026 11:14 WIB
Ratusan pelajar SMKN 1 Banjarbaru bersama tim Densus 88 AT Polri menunjukkan komitmen menolak paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme saat kegiatan Densus 88 Goes to School di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (06/01/2026). (Dok/Hu

Banjarbaru (buseronline.com) - Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda terus diperkuat. Dilansir dari laman Humas Polri, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan edukatif bertajuk Densus 88 Goes to School di SMKN 1 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 pelajar yang antusias mengikuti sosialisasi pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Kegiatan ini merupakan langkah preventif Polri untuk membentengi pelajar dari pengaruh ideologi berbahaya, khususnya yang marak menyasar anak-anak usia sekolah melalui media sosial dan platform digital.

Dalam pemaparannya, perwakilan Densus 88 AT Polri, Iptu Arini Rizkiyanti SH, menjelaskan bahwa pola penyebaran paham radikal saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya dilakukan secara tatap muka dan tertutup, kini kelompok radikal memanfaatkan ruang digital sebagai sarana utama propaganda.

“Media sosial menjadi medan utama penyebaran paham radikal. Anak-anak usia sekolah menjadi target karena mereka sedang berada pada fase pencarian jati diri, emosinya masih labil, dan relatif mudah terpengaruh oleh konten yang beredar di dunia maya,” jelas Iptu Arini.

Ia menambahkan, kejahatan terorisme kini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak muda dengan memanfaatkan algoritma media sosial untuk menjaring individu-individu yang rentan. Kondisi tersebut membuat pelajar berpotensi menjadi korban, bahkan terlibat dalam jaringan terorisme tanpa disadari.

Sementara itu, Brigadir Eko Sutrisno SSos, yang turut menjadi narasumber, mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dan kritis dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya kemampuan menyaring informasi serta menjauhi konten yang mengandung unsur kekerasan, kebencian, dan provokasi.

“Kami ingin para pelajar memiliki filter yang kuat di dunia maya, sehingga tidak mudah terpengaruh narasi radikal yang dapat merusak masa depan dan cita-cita mereka,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan sosialisasi juga berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim Densus 88 AT Polri membagikan kuesioner kepada para pelajar guna memetakan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pencegahan radikalisme serta literasi digital mereka dalam menghadapi konten bermuatan ekstremisme.

Melalui program Densus 88 Goes to School, Polri berharap para pelajar SMKN 1 Banjarbaru tidak hanya mampu melindungi diri dari pengaruh paham radikal, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai toleransi, kedamaian, dan kebhinekaan di lingkungan sekolah maupun di media sosial.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam menjaga generasi muda Indonesia agar tumbuh dalam lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari pengaruh ideologi kekerasan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pemprov Sumut Targetkan 7,3 Juta Warga Nikmati Cek Kesehatan Gratis pada 2026

Pendidikan

Jateng Perluas Pemanfaatan CNG, Presiden Prabowo Jadikan Percontohan Nasional

Pendidikan

Rico Waas Dorong Promosi UMKM Medan Lewat Kunjungan Delegasi Korea Selatan

Pendidikan

177 Guru Ikuti Upskilling dan Reskilling Vokasi Seni dan Budaya Gelombang II

Pendidikan

Pemerintah Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Eliminasi Kusta

Pendidikan

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan PM-KKA, Guru Bisa Tingkatkan Kompetensi Secara Daring