Semarang (buseronline.com) - Layanan pendidikan dan kesehatan menjadi capaian paling menonjol Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen sepanjang tahun 2025. Kedua sektor layanan dasar tersebut dinilai memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat Jawa Tengah.Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Provinsi Jawa Tengah, Zulkifli, dalam kegiatan Outlook 2026: Refleksi, Capaian, dan Tantangan Pembangunan Jawa Tengah yang digelar di Chanadia Cipta Rasa Erlangga, Kota Semarang, Sabtu.Zulkifli menyebutkan, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama Gubernur Ahmad Luthfi dalam upaya membuka akses seluas-luasnya bagi kelompok rentan, terutama anak dari keluarga miskin dan anak putus sekolah.Dilansir dari laman Diskominfo Jateng, sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan beasiswa kepada 1.100 anak putus sekolah dengan total anggaran mencapai Rp22 M. Selain itu, sebanyak 15.000 siswa dari keluarga miskin juga menerima beasiswa senilai Rp15 M.Upaya pemerataan akses pendidikan tersebut diperkuat melalui Program Sekolah Kemitraan dengan sekolah swasta. Melalui program ini, sebanyak 5.004 siswa dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan di sekolah swasta dengan bantuan Rp2 juta per siswa yang ditanggung oleh pemerintah provinsi.“Terkait pendidikan, ada beasiswa untuk masyarakat miskin, kemudian beasiswa kemitraan agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa bersekolah di swasta, dan juga beasiswa luar negeri,” ujar Zulkifli.Tidak hanya pendidikan menengah, Pemprov Jateng juga membuka peluang pendidikan global melalui program beasiswa ke Korea Selatan bagi 100 lulusan SMA dari keluarga miskin, sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia berdaya saing internasional.Perhatian terhadap sektor pendidikan juga diwujudkan melalui penguatan infrastruktur. Pada 2025, Pemprov Jateng membangun 10 unit sekolah baru dengan anggaran sebesar Rp40,051 M, serta melakukan renovasi dan perbaikan ratusan sekolah yang mengalami kerusakan. Selain itu, pembaruan sarana pendukung pembelajaran, termasuk alat peraga dan fasilitas teknologi informasi di SMK, turut dilakukan.“Selain pembangunan sekolah baru, renovasi sekolah juga menjadi perhatian, termasuk pembaruan alat peraga dan sarana pendukung pembelajaran,” imbuh Zulkifli.Sementara itu, sektor kesehatan menjadi pilar layanan dasar lain yang mendapat perhatian serius. Melalui inovasi layanan dokter spesialis keliling atau Speling, Pemprov Jateng berupaya mendekatkan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat desa.Hingga akhir 2025, layanan Speling telah dimanfaatkan oleh 81.114 warga di 748 desa yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini juga menjadi penguat pelaksanaan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG).Zulkifli mengungkapkan, capaian Cek Kesehatan Gratis di Jawa Tengah tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional, dengan total penerima layanan mencapai 12.412.135 jiwa.“Jawa Tengah menjadi pemerintah provinsi dengan capaian Cek Kesehatan Gratis terbanyak secara nasional, yaitu sebanyak 12.412.135 jiwa,” jelasnya.Dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan juga diwujudkan melalui pembangunan rumah sakit mata baru, yakni RSMD Soepardjo Roestam di Kota Semarang, guna memperluas akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat.Menurut Zulkifli, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, peningkatan kualitas layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, menjadi fondasi utama pembangunan daerah.Kedua sektor tersebut tidak hanya menjadi fokus pada 2025, tetapi juga akan terus diperkuat dan dikembangkan sebagai prioritas pembangunan Jawa Tengah pada 2026.Dengan penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, Pemprov Jateng berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, berpendidikan, serta memiliki daya saing untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi