Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Refleksi Pendidikan Jateng 2025: Akses Merata, Jaga Prestasi lewat Sekolah Kemitraan dan Keberbakatan Olahraga

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 28 Desember 2025 09:06 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyapa dan berdialog dengan para pelajar saat kegiatan refleksi dan pemantauan kebijakan pendidikan di Jawa Tengah, sebagai bagian dari penguatan akses pendidikan dan pembinaan bakat olahraga. (Dok/Diskominfo Jateng)

Semarang (buseronline.com) - Setiap tahun ajaran baru kerap menyisakan pertanyaan yang sama, siapa yang tertampung di sekolah negeri dan siapa yang harus mencari alternatif lain. Di balik angka daya tampung dan tabel seleksi, terdapat kegelisahan orang tua serta harapan anak-anak untuk tetap melanjutkan pendidikan.

Di Jawa Tengah, persoalan tersebut tidak sekadar dipahami sebagai keterbatasan kuota, melainkan menyangkut keberlanjutan masa depan generasi muda. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen memandangnya sebagai tanggung jawab negara untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka, terutama bagi keluarga kurang mampu.

Melalui Program Sekolah Kemitraan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas akses pendidikan menengah dengan menggandeng sekolah swasta. Program ini memungkinkan siswa dari keluarga miskin untuk bersekolah di SMA dan SMK swasta tanpa dipungut biaya.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Negara harus hadir memastikan anak-anak tetap bersekolah. Program ini gratis bagi siswa miskin di sekolah swasta yang ditunjuk,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jateng menempatkan siswa dari keluarga kurang mampu di sekolah mitra, dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah daerah. Sekolah yang tergabung dalam program ini dilarang menarik pungutan tambahan kepada peserta didik.

Dilansir dari laman Diskominfo Jateng, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan kebijakan tersebut lahir dari realitas di lapangan serta arahan langsung Gubernur Ahmad Luthfi untuk mempercepat pemerataan layanan pendidikan. Menurutnya, daya tampung SMA dan SMK negeri belum mampu mengimbangi jumlah lulusan SMP yang terus meningkat setiap tahun.

“Daripada anak-anak tidak tertampung, kami memperluas kapasitas dengan menggandeng sekolah swasta,” ujar Sadimin.

Pada tahun ajaran 2025/2026, Program Sekolah Kemitraan dilaksanakan bersamaan dengan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sebanyak 56 SMA swasta dan 83 SMK swasta terlibat dalam program ini. Dari proses tersebut, 2.390 murid diterima melalui jalur kemitraan, terdiri dari 526 murid SMA dan 1.864 murid SMK.

Meski belum sepenuhnya memenuhi target awal, Pemprov Jateng tidak berhenti pada batas kuota. Sebanyak 2.614 murid tambahan kembali difasilitasi melalui seleksi berbasis tingkat kemiskinan di sekolah mitra, sebagai upaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak belajar karena keterbatasan ekonomi.

Dukungan anggaran juga disiapkan. Pada 2025, sebanyak 2.390 murid Program Sekolah Kemitraan didanai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah dengan bantuan Rp2 juta per siswa per tahun. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2,39 M melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah.

“Sisanya sebanyak 2.614 murid akan diberikan dukungan pembiayaan melalui sumber dana lain yang sesuai dan mulai disalurkan pada Januari 2026,” kata Sadimin.

Selain memperluas akses pendidikan, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian khusus bagi siswa dengan bakat istimewa di bidang olahraga. Hal ini diwujudkan melalui pendirian SMA Negeri Keberbakatan Olahraga, sebagai wadah pembinaan atlet muda tanpa mengesampingkan pendidikan formal.

Sekolah tersebut menerapkan sistem asrama dengan pembelajaran yang disesuaikan dengan jadwal latihan dan kompetisi. Kurikulum nasional tetap dijalankan dengan fleksibilitas tertentu. Pemerintah juga bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta induk organisasi cabang olahraga untuk memastikan pembinaan prestasi berjalan optimal.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SMAN Keberbakatan Olahraga menampung 252 murid. Sebanyak 108 murid merupakan siswa kelas X, sedangkan 144 murid kelas XI dan XII merupakan integrasi dari SMA Negeri 11 Semarang yang sebelumnya menyelenggarakan kelas khusus olahraga.

Sebanyak 21 cabang olahraga menjadi fokus pembinaan, di antaranya atletik, angkat besi, panjat tebing, hingga wushu. Para guru diberikan keleluasaan menerapkan Kurikulum Merdeka dengan memanfaatkan teknologi dan metode pembelajaran yang adaptif terhadap ritme latihan atlet.

Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025, siswa SMAN Keberbakatan Olahraga menyumbangkan enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu untuk Jawa Tengah.

Bagi Sadimin, capaian tersebut bukan semata soal prestasi olahraga, melainkan bukti bahwa pemerataan akses pendidikan dan pengembangan potensi khusus dapat berjalan beriringan.

“Kami ingin memastikan akses pendidikan merata, sekaligus memberi ruang bagi bakat dan prestasi generasi muda Jawa Tengah untuk tumbuh,” ujar Sadimin.

Melalui Program Sekolah Kemitraan dan Sekolah Keberbakatan Olahraga, Pemprov Jawa Tengah berupaya menghadirkan pendidikan menengah yang lebih adil dan inklusif. Kebijakan ini menjadi jembatan bagi siswa kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas, sekaligus memberi ruang bagi talenta muda untuk berkembang tanpa harus memilih antara sekolah dan prestasi.

Di tengah keterbatasan ruang kelas dan tantangan ekonomi, kebijakan tersebut menegaskan pesan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan. Negara hadir untuk memastikan pintu itu tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin melangkah menuju masa depan yang lebih baik. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi

Pendidikan

KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa

Pendidikan

PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari

Pendidikan

Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Pendidikan

Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus

Pendidikan

Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja