Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Dorong Talenta STEM, Kemdiktisaintek Fasilitasi Akses Beasiswa Rusia untuk Mahasiswa Indonesia

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 26 Desember 2025 11:08 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie bersama Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergei Tolchenov berfoto bersama usai pertemuan pembahasan optimalisasi beasiswa Pemerintah Rusia bagi mah
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Federasi Rusia memperkuat kerja sama pendidikan tinggi melalui optimalisasi pemanfaatan beasiswa Pemerintah Rusia bagi mahasiswa Indonesia, khususnya di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan energi nuklir, Senin.Langkah ini menjadi strategi penting dalam memperluas akses pendidikan internasional sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sejalan dengan agenda pembangunan nasional.Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergei Tolchenov, Atase Kedutaan Besar Federasi Rusia Yulia Tomskaya dan Gleb Darchenkov, serta Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia Maria Khionaki.Wamendiktisaintek Stella Christie menyambut baik komitmen Pemerintah Rusia dalam memperluas kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas SDM nasional yang berdaya saing global.“Kami sangat mengapresiasi dukungan beasiswa dari Pemerintah Rusia. Ini sejalan dengan visi Presiden untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Stella.Namun demikian, Stella menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya pada minat mahasiswa, melainkan pada penyebaran informasi yang belum merata, khususnya kepada calon mahasiswa dengan latar belakang STEM.“Bottleneck terbesar saat ini adalah informasi. Masih banyak mahasiswa potensial yang belum mengetahui peluang beasiswa ini, atau yang mendaftar justru bukan dari latar belakang STEM. Karena itu, kami akan memperkuat diseminasi informasi secara lebih terarah dan sistematis,” jelasnya.Sementara itu, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan bahwa kerja sama beasiswa antara Rusia dan Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Ia mengungkapkan bahwa kuota beasiswa terus meningkat seiring dengan tingginya pemanfaatan oleh mahasiswa Indonesia.“Tahun lalu Indonesia memperoleh 250 kuota beasiswa Pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya optimal, tahun ini kuota kami tingkatkan menjadi 300. Ke depan, jumlah ini masih berpeluang bertambah,” kata Sergei.Ia menjelaskan bahwa beasiswa tersebut mencakup jenjang sarjana, magister, dan doktoral, dengan komposisi sekitar 200 mahasiswa sarjana, 80 magister, dan 20 doktor. Hingga saat ini, antusiasme pendaftar terbilang tinggi dengan ribuan calon mahasiswa Indonesia telah mendaftar.Selain beasiswa reguler, Rusia juga menyediakan skema khusus melalui Russian State Atomic Energy Corporation (ROSATOM) dan Russian Aluminium Company (RUSAL). Namun, pemanfaatan beasiswa di bidang energi nuklir masih perlu ditingkatkan agar seimbang dengan kuota yang tersedia.Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia Maria Khionaki menjelaskan bahwa beasiswa RUSAL menawarkan pembiayaan penuh dan akan dilaksanakan di Ural Federal University, Yekaterinburg. Pihak Rusia juga menyiapkan berbagai materi promosi dan informasi guna membantu mahasiswa Indonesia memahami keunggulan program tersebut.“Kami juga akan mengadakan sosialisasi secara daring berupa presentasi langsung dari universitas-universitas di Rusia agar calon pendaftar mendapatkan gambaran akademik yang lebih jelas,” ujar Maria.Kemdiktisaintek dan Pemerintah Federasi Rusia sepakat untuk memperkuat koordinasi melalui penyediaan materi informasi terpadu, pelaksanaan sosialisasi secara daring dan luring, serta pelibatan alumni Indonesia lulusan Rusia sebagai duta pengalaman belajar.Ke depan, Kemdiktisaintek berkomitmen terus mendorong kolaborasi dengan mitra internasional, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan guna memastikan setiap kebijakan pendidikan tinggi memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Sejalan dengan kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas riset, kualitas SDM, serta kontribusi lulusan bagi kemajuan Indonesia yang berkelanjutan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa

Pendidikan

PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari

Pendidikan

Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Pendidikan

Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus

Pendidikan

Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja

Pendidikan

FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi