Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Fenomena “Muda-Mudi Korupsi” Jadi Alarm Dini KPK bagi Indonesia Emas

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 25 Desember 2025 06:10 WIB
Sejumlah peserta Muslim Youth Leadership Camp mengikuti kegiatan pembentukan karakter dan kepemimpinan di Al Kausar Islamic Boarding School, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/12/2025). (Dok/KPK)
Sukabumi (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan adanya ancaman serius terhadap masa depan bangsa menyusul maraknya perilaku koruptif yang mulai menyasar generasi muda.Bahkan, KPK mencatat pelaku tindak pidana korupsi termuda di Indonesia berusia 24 tahun. Fenomena ini dinilai sebagai alarm dini bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Muslim Youth Leadership Camp bertema “The Leadership Insight” di Al Kausar Islamic Boarding School, Sukabumi, Jawa Barat, Senin.Dalam paparannya, Agus menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “muda-mudi korupsi”, yakni tumbuhnya perilaku tidak berintegritas sejak usia sekolah yang kerap dianggap sepele, namun berpotensi berkembang menjadi tindak pidana korupsi di kemudian hari.“Korupsi itu tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dianggap wajar, mulai dari ketidakjujuran, pelanggaran aturan, hingga penyalahgunaan kepercayaan,” ujar Agus.Untuk menjelaskan akar persoalan tersebut, Agus mengutip pendekatan ilmiah yang dikembangkan oleh Fredrik Galtung. Menurutnya, integritas dapat diukur melalui penguatan tiga unsur utama, yakni Akuntabilitas (A), Kompetensi (K1), dan Etika (E), serta menekan Korupsi (K2) hingga titik nol.“Seorang pemimpin harus mampu mempertanggungjawabkan perkataan dan perbuatannya, memiliki kompetensi sesuai bidangnya, dan menjunjung tinggi etika,” tegasnya.Agus menjelaskan, runtuhnya integritas sering kali berawal dari lingkungan pendidikan. Di tingkat sekolah, perilaku seperti mencontek, membolos, dan berbohong menjadi pintu masuk praktik koruptif. Sementara di perguruan tinggi, perilaku tersebut berkembang menjadi menitip absen, plagiasi, manipulasi nilai, hingga penyalahgunaan dana.“Jika tidak dihentikan sejak dini, kebiasaan ini dapat berlanjut menjadi praktik korupsi yang lebih besar, seperti mark-up anggaran, suap, dan gratifikasi ketika seseorang telah memegang jabatan,” jelas Agus.Ia menegaskan bahwa tantangan utama pemimpin masa depan adalah menghindari konflik kepentingan, di mana kekuasaan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.Oleh karena itu, KPK mendorong penguatan pendidikan antikorupsi melalui tiga pilar utama, yakni integrasi nilai antikorupsi dalam kurikulum pendidikan, pembangunan ekosistem yang bersih dan berintegritas, serta pemberdayaan jejaring masyarakat dan institusi pendidikan.“Upaya ini penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berintegritas tinggi sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.Agus menambahkan, integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan nilai fundamental yang menentukan kualitas kepemimpinan dan pelayanan publik. Tanpa integritas, visi besar Indonesia Emas 2045 berisiko hanya menjadi slogan tanpa makna.Diketahui, Muslim Youth Leadership Camp merupakan wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Kehadiran Wakil Ketua KPK dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menanamkan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sebagai bekal bagi calon pemimpin bangsa di masa depan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Logistik dan Target Zero ODOL 2027 di Munas Aptrindo

Pendidikan

Rakernis Densus 88 Bahas Ancaman Terorisme Digital, Tekankan Pencegahan dan Literasi Masyarakat

Pendidikan

Pemko Medan Serahkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Driver Ojol

Pendidikan

Pemprov Jateng Rampungkan Kurikulum Perkoperasian untuk SD hingga SMA, Siap Diterapkan Tahun Ajaran 2026/2027

Pendidikan

Kasus LSD dan PMK di Temanggung Terkendali, Peternak Diminta Waspada Jelang Idul Adha

Pendidikan

Disdikbud Wonogiri Luncurkan HaloKakak, Kanal Aduan dan Konsultasi Pendidikan