Yogyakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya peran strategis pemuda dalam menentukan arah masa depan Indonesia melalui kegiatan Nusantara Future Leaders (NFL) 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Merangkai Asa Pemuda, Langkah Nyata Pemimpin Nusantara” ini digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat.NFL 2025 menjadi wadah dialog dan inspirasi bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta komitmen untuk berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.Kegiatan ini diikuti oleh 100 ketua organisasi pelajar tingkat SMA/sederajat terbaik dari 38 provinsi se-Indonesia. Program ini dirancang sebagai pelatihan kepemimpinan nasional yang memfasilitasi pembelajaran, jejaring, serta penguatan kapasitas pemimpin muda agar mampu melahirkan aksi sosial yang nyata dan berkelanjutan di komunitasnya.Hadir sebagai pembicara, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menekankan bahwa tantangan kepemimpinan masa kini tidak hanya terkait kemampuan teknis, tetapi juga kecakapan berpikir kritis dalam menghadapi misinformasi dan disinformasi yang semakin meluas.“Misinformasi dan disinformasi menjadi ancaman serius karena sangat mempengaruhi cara kita berpikir, mempersepsikan orang lain, dan akhirnya menentukan perilaku kita. Ketika informasi yang salah dipercaya, yang muncul adalah persepsi dan tindakan yang keliru,” ujarnya.Wamen Stella menambahkan, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa dua sisi: mempermudah akses pengetahuan sekaligus memperbesar potensi penyebaran hoaks, termasuk melalui konten visual dan chatbot yang semakin canggih.Lebih lanjut, Wamen Stella menekankan pentingnya cognitive reflection atau kemampuan merefleksikan informasi secara sadar sebagai fondasi kepemimpinan. Berdasarkan riset empiris, kemampuan berpikir reflektif terbukti meningkatkan ketahanan seseorang terhadap hoaks, tanpa memandang latar belakang politik, emosi, maupun tekanan lingkungan sosial.“Pemimpin yang baik bukan hanya cepat mengambil keputusan, tetapi juga mampu mendiskonfirmasi asumsi pribadinya. Kebiasaan berpikir ilmiah yang berbasis data dan refleksi sangat penting agar keputusan yang diambil berdampak positif bagi banyak orang,” tambahnya.Dalam kegiatan NFL 2025, para peserta diajak memahami tantangan global dan nasional, mulai dari transformasi digital, perubahan sosial, hingga kebutuhan kepemimpinan yang berlandaskan nilai kebangsaan.Program ini tidak hanya menghadirkan materi konseptual, tetapi juga menjadi sarana pertukaran gagasan dan pengalaman antara pemuda, akademisi, serta pemangku kebijakan yang dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.Dengan pendekatan pelatihan yang integratif dan partisipatif, forum ini diharapkan mampu membentuk jaringan pemimpin muda yang progresif, adaptif, dan berkomitmen terhadap kemajuan bangsa.Melalui Nusantara Future Leaders 2025, Kemdiktisaintek berharap dapat melahirkan generasi pemimpin muda Nusantara yang cakap secara intelektual, bijak dalam menyikapi informasi, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi