Yogyakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan peran seni dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, saat memberikan apresiasi atas inisiatif Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam menghadirkan karya seni sebagai bagian dari ruang publik kementerian, Kamis.Menurut Sesjen Togar, kehadiran karya seni di lingkungan birokrasi tidak hanya memperkaya estetika ruang kerja, tetapi juga menjadi simbol nyata hadirnya talenta, kreativitas, dan ekspresi insan seni Nusantara dalam mendukung ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak.“Kemdiktisaintek sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa dari ISI Yogyakarta. Karya-karyanya memiliki karakter yang kuat, ekspresif, serta merepresentasikan kekayaan seni Nusantara. Ini menunjukkan bahwa seni memiliki ruang strategis dalam ekosistem pendidikan tinggi dan kebijakan publik,” ujar Togar saat audiensi di Kampus ISI Yogyakarta.Ia menjelaskan, karya seni yang dihibahkan oleh ISI Yogyakarta nantinya akan ditempatkan secara permanen di sejumlah ruang strategis Gedung Kemdiktisaintek. Sementara itu, sebagian karya lainnya akan dipamerkan secara bergilir dengan konsep tematik.“Skema ini diharapkan dapat memberikan ruang apresiasi yang berkelanjutan terhadap karya sivitas akademika ISI Yogyakarta, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Nusantara kepada publik yang lebih luas,” jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, menyampaikan bahwa sejak awal berdirinya, ISI Yogyakarta telah menjadi titik temu talenta seni dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Keberagaman latar belakang mahasiswa dan dosen tersebut melahirkan hibriditas gaya dan pendekatan artistik yang khas.“ISI Yogyakarta adalah melting pot talenta seni Nusantara. Tradisi dan modernitas berpadu, menghasilkan fusi gaya yang beragam, baik dalam karya dua dimensi maupun tiga dimensi. Inilah identitas kami,” ujar Irwandi.Ia menambahkan, karya seni yang akan dihibahkan kepada Kemdiktisaintek mencerminkan perpaduan nilai tradisi dan modernitas (tradition and modernity) yang menjadi kekuatan utama ISI Yogyakarta. Karya-karya tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana ruang kerja yang inspiratif sekaligus merepresentasikan kekayaan budaya bangsa.Rencana pengiriman karya seni dijadwalkan pada Januari 2026. Beberapa karya akan menjadi koleksi permanen Kemdiktisaintek, sementara pameran karya seni akan diselenggarakan secara bergilir dan tematik.Pameran tersebut juga membuka peluang integrasi lintas disiplin seni, termasuk seni rupa dan seni musik, sebagai bagian dari penguatan ekosistem kreatif di lingkungan pendidikan tinggi.Audiensi ini sekaligus menegaskan komitmen Kemdiktisaintek dalam mendorong kampus seni sebagai aktor penting dalam pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang transformatif dan berdampak. Seni dipandang tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai medium dialog, refleksi, dan inovasi yang memperkuat identitas nasional.Melalui kolaborasi ini, Kemdiktisaintek berharap karya seni dari perguruan tinggi tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga menjadi bagian dari ruang publik, sejalan dengan semangat “Diktisaintek Berdampak” dalam menghadirkan kebijakan pendidikan tinggi yang inklusif, inspiratif, dan berakar pada kekayaan budaya Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi