Bandung (buseronline.com) - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.Hal ini disampaikan Sekretaris Disdik Jabar, Deden Saepul Hidayat, saat menghadiri Peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Rabu.Acara yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan UPI tersebut berlangsung meriah dengan beragam kegiatan, mulai dari penampilan seni, pameran karya siswa, hingga gelar wicara terkait pendidikan khusus dan layanan khusus.Dalam sambutannya, Deden menekankan pentingnya menjadikan peringatan ini sebagai momentum penguatan inklusivitas dalam pendidikan.“Kami yakin kita tidak fokus pada seremonial tapi lupa esensinya. Kegiatan ini adalah implementasi untuk memberi ruang bagi seluruh penyandang disabilitas,” ujarnya.Deden mengatakan, tantangan terbesar pendidikan khusus di Jawa Barat saat ini adalah masih rendahnya akses pendidikan bagi anak penyandang disabilitas. Data Disdik Jabar menunjukkan akses pendidikan khusus baru mencapai sekitar 52 persen.Untuk mengatasi hal tersebut, Disdik Jabar terus memperluas fasilitas layanan pendidikan khusus. Hingga 2025, jumlah SLB negeri telah mencapai 60 sekolah, sementara SLB swasta tumbuh hingga 300 lebih.“Peluang akses pendidikan sudah terbuka lebar. Namun, harus ada kolaborasi antara Disdik dan UPI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya.Menurutnya, Hari Disabilitas Internasional harus menjadi momentum untuk bergerak bersama memperkuat sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya pendidikan khusus bagi anak disabilitas.Ketua Pelaksana, Nadia Mumtaz, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak disabilitas mengekspresikan diri melalui karya dan penampilan.“Anak disabilitas mampu menunjukkan karyanya secara bebas. Karena kami percaya tak ada aturan yang mengikat atau menghalangi mereka untuk berkarya,” ujarnya.Peringatan tersebut sekaligus menjadi ajang apresiasi dan wadah inspirasi bagi masyarakat untuk melihat potensi dan kreativitas anak penyandang disabilitas.Dengan adanya kegiatan ini, Disdik Jabar berharap semakin banyak keluarga yang menyadari pentingnya pendidikan khusus, serta semakin kuatnya ekosistem pendidikan inklusif di Jawa Barat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi