Jayapura (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan kepedulian terhadap keluarga korban tindak kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.Melalui Wakapolri, Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo, Polri menyerahkan bantuan tabungan pendidikan sebesar Rp45 juta untuk masing-masing anak yang kehilangan orang tua akibat aksi brutal KKB, Selasa.Penyerahan bantuan berlangsung penuh haru dan menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masa depan putra-putri anggota Polri serta masyarakat yang menjadi korban kekerasan.Daftar penerima bantuan pendidikan:Anak Alm Bripka Arief Maulana:1. Afiqoh Naira2. Al GhazaliAnak Alm Brigpol Try Yudha:3. Raesha Sabhira4. Kanesya AnendyaAnak Bripka Sinthoin RO Kbarek:5. Arman Yafeth Kbarek6. Mario Hengkris Kbarek7. Gloroia Rosminc Kbarek8. Richard Yusuf KbarekAnak Alm Lefinus Angel Ayomi:9. Elie Yohanes RK Pumbouwi10. Suserewani Rosalina PumbouwiSetiap anak menerima tabungan pendidikan senilai Rp45 juta untuk menjamin keberlanjutan pendidikan mereka hingga jenjang berikutnya.Dalam keterangannya, Wakapolri menegaskan bahwa bantuan ini merupakan tanggung jawab moral Polri kepada keluarga yang telah kehilangan orang tercinta dalam pengabdian kepada bangsa.“Anak-anak ini adalah amanah. Pengorbanan orang tua mereka tidak akan pernah kami lupakan. Polri memastikan masa depan mereka tetap terjaga,” ujar Komjen Dedi.Beliau menambahkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling menguatkan.“Negara tidak pernah meninggalkan mereka. Polri akan terus mendampingi, membantu, dan memastikan mereka tetap mendapatkan hak mereka untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi,” tambahnya.Wakapolri menekankan bahwa dukungan Polri tidak berhenti pada bantuan materi, tetapi juga berlanjut melalui pendampingan psikologis, sosial, serta program pendidikan jangka panjang.“Kami ingin anak-anak ini tetap kuat. Mereka harus tahu bahwa Polri ada bersama mereka, hari ini dan ke depan. Ini bagian dari kewajiban kami menjaga keluarga besar Polri,” tutur Komjen Dedi.Bantuan pendidikan ini menjadi simbol kehadiran negara dan perhatian institusi terhadap keluarga para pahlawan yang gugur akibat serangan KKB di Papua, sekaligus memastikan masa depan anak-anak tetap terjamin. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi