Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) menggelar supervisi terhadap pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) wilayah Jakarta, Jumat.Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan efektivitas program KIP Kuliah secara sistemik. Kegiatan supervisi bertujuan untuk memastikan kepatuhan perguruan tinggi terhadap pedoman KIP Kuliah, mengidentifikasi kendala pelaksanaan, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang aplikatif.Supervisi ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi, transparansi, dan akuntabilitas antara PPAPT dan perguruan tinggi, dengan harapan program KIP Kuliah dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa.Di wilayah Jakarta, supervisi dilakukan di Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) dan Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia (BPI) dengan dukungan LLDikti Wilayah III. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap: pemeriksaan administratif, diskusi teknis dengan pengelola KIP Kuliah, dan dialog dengan mahasiswa penerima KIP Kuliah.Di Polimedia, tim supervisi berdiskusi dengan Plt Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Anindita Budi Astuti, serta Kepala Program Studi Animasi, M Suhaili, yang juga sebagai perwakilan pengelola KIP Kuliah. Sementara di Universitas BPI, Rektor Lilik Susilowati membuka sesi diskusi teknis dengan pengelola dan mahasiswa.Sejumlah saran dan evaluasi diberikan untuk memperkuat tata kelola KIP Kuliah, termasuk penegasan batas waktu administrasi, proses verifikasi dan validasi data yang ketat, serta pencegahan ketidaksesuaian data penerima KIP Kuliah.Mahasiswa penerima KIP Kuliah juga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi dan tantangan mereka. Dialog ini menjadi forum bagi mahasiswa untuk memahami hak dan kewajiban mereka, sekaligus menumbuhkan partisipasi aktif dalam memastikan program berjalan efektif.“Hadirnya Bapak-Ibu dari Kemdiktisaintek membantu Polimedia. Kita bisa menyampaikan kendala yang selama ini ada, baik dari kami sebagai pengelola maupun mahasiswa sebagai penerima manfaat,” ujar Anindita Budi Astuti.Sementara itu, Rektor Universitas BPI menegaskan bahwa supervisi ini memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, agar KIP Kuliah dapat memberikan manfaat optimal bagi mahasiswa.Kemdiktisaintek menekankan bahwa kegiatan supervisi merupakan bagian dari upaya perbaikan sistemik untuk memastikan kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi berjalan adil, transparan, dan berpihak pada mahasiswa.Monitoring konsisten, dialog terbuka dengan perguruan tinggi, serta penyelarasan tata kelola di seluruh wilayah menjadi kunci keberhasilan program KIP Kuliah dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi Indonesia.“Supervisi ini adalah wujud komitmen bersama agar program KIP Kuliah berjalan tepat sasaran dan bermanfaat maksimal bagi mahasiswa,” kata pihak PPAPT. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi