Kendal (buseronline.com) - Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus berkomitmen meningkatkan budaya gemar membaca di tengah masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menggandeng komunitas serta pegiat literasi sebagai motor penggerak literasi dari tingkat akar rumput.Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sarasehan Pegiat Literasi Kabupaten Kendal bertema “Membangun Budaya Baca dari Akar Rumput” di Perpustakaan Daerah Kendal, Rabu. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kendal bersama Pelataran Sastra Kaliwungu itu diikuti puluhan pegiat dari berbagai komunitas literasi dan sastra.Nawal menilai, komunitas dan pegiat literasi memiliki peran yang sangat krusial dalam menumbuhkan kesadaran membaca di kalangan masyarakat, khususnya di tingkat desa.“Menggerakkan literasi dari akar rumput ini merupakan komitmen kita sejak awal. Bagaimana kita menghidupkan literasi dari tingkat desa. Rumah baca di desa harus lebih dikembangkan lagi,” ujar Nawal di hadapan para pegiat literasi.Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Gemar Membaca (TGM) Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2025 tercatat sebesar 73,13. Angka tersebut menunjukkan frekuensi membaca masyarakat berkisar antara 5–6 kali per minggu dengan durasi 1–1,59 jam per hari.Untuk terus meningkatkan capaian tersebut, Nawal mendorong agar komunitas dan pegiat literasi menghidupkan kembali taman baca masyarakat (TBM) serta perpustakaan desa melalui berbagai kegiatan literasi yang inovatif dan menarik.“Jumlah taman baca dan perpustakaan desa kita sangat banyak. Jawa Tengah memiliki 1.297 TBM dan 6.127 perpustakaan desa, ditambah 21.995 perpustakaan sekolah. Ini merupakan potensi besar yang harus dioptimalkan,” jelasnya.Tidak hanya untuk meningkatkan TGM, menurut Nawal, komunitas dan pegiat literasi juga perlu dilibatkan dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama perkembangan teknologi yang pesat. Tantangan ini perlu direspon dengan penguatan keterampilan literasi digital di kalangan masyarakat.“Dengan taman baca yang jumlahnya banyak dan komunitas yang luar biasa, ini menjadi salah satu jawaban atas tantangan yang ada,” ungkapnya.Lebih lanjut, Ketua TP PKK Jawa Tengah ini menekankan bahwa pemahaman tentang literasi perlu diperluas. Literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi mencakup seluruh proses menyerap, mengolah, dan memanfaatkan informasi agar bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.“Literasi bukan hanya membaca dan menulis buku, tetapi bagaimana kita menyerap informasi, mengolahnya, dan menjadikannya sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan,” paparnya.Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut juga menyoroti persoalan serius yang dihadapi generasi saat ini, yakni anak-anak yang belum tuntas literasi baca tulis namun sudah dihadapkan pada disrupsi teknologi digital.Untuk menjawab tantangan tersebut, pihaknya mendorong agar keterampilan literasi digital ditanamkan sejak dini di bangku sekolah. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan berbagai koleksi buku digital yang tersedia melalui layanan Perpustakaan Nasional.“Ayo kita baca buku lewat digital. Ini juga harus terus disosialisasikan,” tandasnya.Menurut Nawal, penguatan literasi melalui peningkatan budaya membaca selaras dengan program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, khususnya dalam pengembangan potensi generasi muda agar mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.Sementara itu, pegiat literasi dari Lembaga Seni dan Budaya Muslimin (Lesbumi) PCNU Kendal, Muslichin, mengapresiasi kehadiran Bunda Literasi Jawa Tengah dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, kehadiran figur Bunda Literasi dapat memberikan inspirasi sekaligus menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya membaca.“Dengan kehadiran beliau sebagai figur penting, diharapkan dapat memajukan kembali kesadaran membaca di kalangan anak muda, ibu-ibu, petani, dan masyarakat luas,” ujarnya. (R)Kegiatan ini diharapkan mampu menguatkan budaya membaca, memperluas akses literasi, serta meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat Jawa Tengah secara keseluruhan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi