Jakarta (buseronline.com) - Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, menjadi pembicara utama dalam Indonesia AI Day for Higher Education 2025 yang digelar Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Selasa.Acara ini mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi, pelaku industri teknologi, dan pemangku kepentingan untuk membahas percepatan adopsi Artificial Intelligence (AI) serta modernisasi pendidikan tinggi di Indonesia.Mengangkat tema “Experience the Shift: From Traditional to Tech-Driven Education”, forum ini menjadi ruang dialog strategis untuk memetakan arah transformasi pendidikan tinggi menuju ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi.Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menegaskan pentingnya sains dan teknologi sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa Indonesia harus bergerak menuju knowledge-based economy agar mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing global.“Kita harus bergerak menuju knowledge-based economy yang bertumpu pada kemampuan mengelola pengetahuan menjadi nilai tambah dan daya saing nasional,” ujarnya.Fauzan menjelaskan dua pilar strategis yang perlu diperkuat untuk mewujudkan hal tersebut. Pertama, percepatan adopsi AI di berbagai sektor sebagai bagian dari transformasi perangkat lunak nasional. Kedua, pembangunan infrastruktur teknologi, terutama ekosistem semikonduktor dalam negeri, sebagai fondasi penting bagi transformasi digital.Menurutnya, kedua pilar itu menjadi prasyarat agar pemanfaatan AI mampu memberikan dampak nyata dan selaras dengan agenda pembangunan dalam AstaCita Presiden dan Wakil Presiden.“AI harus memberikan manfaat yang luas. Bukan hanya berguna sebagai teknologi, tetapi mendorong energi terbarukan, memperkuat teknologi pertanian, mengakselerasi hilirisasi, dan memajukan ekonomi digital,” jelasnya.Dari pihak Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, Director and Chief Officer, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan digitalisasi pendidikan dan pemanfaatan AI.Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan talenta digital Indonesia mencapai sekitar satu juta orang per tahun, sementara jumlah lulusan yang tersedia masih jauh dari angka tersebut.“Indosat telah berinvestasi pada infrastruktur, kemitraan, dan pengembangan pengetahuan AI untuk membantu sektor pendidikan mempersiapkan SDM masa depan,” tuturnya.Buldansyah juga menegaskan kesiapan Indosat menyediakan layanan smart campus yang terjangkau, aman, dan dikembangkan secara co-creation bersama perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa keamanan data adalah prioritas dalam seluruh layanan yang ditawarkan.“Transformasi digital di kampus tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bergerak bersama, baik pemerintah, industri, dan universitas untuk mewujudkannya,” tegasnya.Dalam sesi Expert Session, Lim Cher Ping, Chair Professor of Learning Technologies and Innovation dari The Education University of Hong Kong, memaparkan potensi besar Asia sebagai kekuatan ekonomi global pada 2050. Namun ia menilai kawasan ini masih menghadapi tantangan ketimpangan, urbanisasi, dan kesenjangan pendidikan.“Pascapandemi, percepatan transformasi digital harus dibarengi dengan pemerataan kualitas. Kita perlu memastikan pembelajaran digital yang inklusif dan mampu menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.Lim juga menyoroti perubahan peran dosen dan mahasiswa di era AI dan Generative AI. Ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi generik seperti berpikir kritis, komunikasi, dan etika digital.Tren micro-credential, portfolio digital, serta kolaborasi lintas institusi diprediksi semakin menguat dalam ekosistem pendidikan tinggi modern.“Inisiatif seperti Cyber University Network menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu pemerataan pendidikan,” tambahnya.Melalui penyelenggaraan Indonesia AI Day for Higher Education 2025, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif dan berdaya saing.Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dinilai menjadi kunci percepatan transformasi digital kampus.Langkah ini diharapkan mampu melahirkan talenta unggul yang siap menghadapi kebutuhan masa depan dan memperkokoh posisi Indonesia dalam kompetisi global. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi