Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menekankan pentingnya literasi digital dan pemahaman akar hoaks dalam menghadapi era informasi cepat saat menghadiri Konferensi Tahunan IABC Indonesia 2025. Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin, praktisi komunikasi, dan pemangku kepentingan lintas sektor di Jakarta, Jumat.Dalam paparannya, Wamen Stella menyoroti maraknya hoaks dan misinformasi yang terus berkembang di ruang digital global. Berdasarkan riset yang dibawakan, kepercayaan publik terhadap hoaks dipengaruhi oleh penggunaan system onethinking atau proses berpikir cepat, rendahnya refleksi kognitif, serta minimnya pengetahuan sebelumnya.“Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini semakin mempermudah produksi konten palsu. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang berbasis data dan literasi digital kuat menjadi kebutuhan mendesak,” tegas Stella.Konferensi ini juga menghadirkan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, yang menyampaikan pengalaman pandemi menunjukkan rapuhnya kepercayaan publik terhadap informasi kesehatan. Ia menekankan pentingnya informasi yang jelas dan sederhana sebagai fondasi keselamatan masyarakat.“Trust is earned in drops and lost in a bucket,” ungkap Wamenkes Dante.Sementara itu, President IABC Indonesia, Elvera N Makki, menyampaikan mandat baru dari IABC Global yang mendorong strategi komunikasi tidak hanya berdampak global, tetapi juga relevan secara lokal.Ia menekankan tiga kata kunci utama untuk tahun 2025, yakni trust, humanity, dan digital impact, sebagai fondasi kerja para praktisi komunikasi dalam membangun reputasi dan memastikan kepercayaan publik yang berkelanjutan.Wamen Stella menambahkan, strategi pemerintah dalam menghadapi hoaks harus berbasis evidence-based research. Mengingat melimpahnya konten di era zeta information, pemeriksaan seluruh arus informasi oleh pemerintah tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu, peran aktif individu dan kolaborasi dengan platform digital melalui pendekatan nudging menjadi salah satu solusi yang dapat ditempuh.Konferensi IABC Indonesia 2025 menjadi wadah penting bagi berbagai pihak untuk membahas tantangan komunikasi di era digital, memperkuat literasi publik, dan mendorong penerapan strategi komunikasi berbasis data demi terciptanya masyarakat yang kritis dan terinformasi dengan baik. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi