KnSemarang (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, melantik 598 Aparatur Sipil Negara (ASN) secara daring dan luring, Senin, termasuk 223 kepala sekolah, 345 PPPK, 28 pejabat fungsional, dan dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Di antara para ASN yang dilantik, terdapat dua guru difabel yang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena akhirnya resmi menjadi abdi negara.Salah satunya adalah Umi Nur Khalifah, guru SLB Karanganyar, yang mengaku bangga sekaligus bersyukur atas kesempatan yang diterimanya. Ia berharap pengangkatan ini dapat meningkatkan kontribusinya bagi anak didik dan masyarakat.“Syukur dan harapannya semoga saya bisa berkontribusi di masyarakat, meskipun dengan hambatan yang saya miliki, serta bisa menginspirasi teman-teman difabel dan generasi yang saya bina,” ujar Umi.Sebagai ASN resmi, Umi berencana memanfaatkan teknologi untuk mendukung perkembangan anak-anak didiknya agar lebih optimal.Sementara itu, Rasino, guru karawitan dan pedalangan yang telah mengabdi sekitar sepuluh tahun di SMK Negeri 8 Surakarta, juga mengungkapkan kebanggaannya. Kini ia ditugaskan di SMK Negeri 1 Karanganyar dan berharap dapat segera menyesuaikan diri serta membekali murid-muridnya dengan keterampilan yang berguna di masa depan.“Saya cukup bangga juga, di samping itu setelah dilantik sebagai ASN, tanggung jawab saya jadi lebih besar. Semoga saya bisa terus meningkatkan kompetensi,” tutur Rasino.Acara pelantikan digelar di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, dan dihadiri oleh pejabat Pemprov Jateng serta seluruh ASN yang dilantik. Dalam sambutannya, Sekda Sumarno menekankan pentingnya integritas bagi seluruh pejabat yang baru dilantik.“Tidak hanya kepada teman-teman, terhadap saya sendiri pun integritas harus selalu diingat. Integritas adalah kunci keberhasilan dan dasar untuk menjaga amanah, terutama bagi yang mendapat amanah baru,” ujar Sumarno.Sumarno juga memberikan pesan khusus bagi para guru yang dipercaya menjadi kepala sekolah agar menjadi teladan dalam kepemimpinan, pengelolaan administrasi, dan pengelolaan keuangan sekolah.Selain pelantikan ASN, dua kepala OPD baru juga resmi dilantik. Nadi Santoso ditunjuk sebagai Kepala Dispermasdesdukcapil Jateng menggantikan Tri Harso Widirahmanto, yang kini menjabat Kepala Satpol PP Jateng. Sebelumnya, Nadi menjabat sebagai Kepala Bappenda Jateng.Sumarno menambahkan, pelantikan ini menindaklanjuti proses administrasi yang sempat tertunda, termasuk persyaratan dari BKN dan SOTK yang masih dalam proses di Kementerian Dalam Negeri.“Sekarang sudah turun. Selanjutnya kita masih menunggu SOTK—Peraturan Gubernurnya masih berproses di Kementerian Dalam Negeri. Setelah itu baru akan kita isi secara keseluruhan bersama Pak Gubernur,” pungkasnya.Dengan pelantikan ini, dua guru difabel resmi menjadi ASN, menjadi inspirasi bagi komunitas difabel dan menegaskan komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam mendorong inklusivitas dan pemerataan kesempatan kerja bagi seluruh warga negara. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi