Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kerja sama internasional dalam bidang pendidikan tinggi dan riset.Upaya ini tampak dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dengan Duta Besar (Dubes) Mesir untuk Indonesia, H E Mr Yasser Hassan Farag Elshemy, di kantor Kemdiktisaintek, Kamis.Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama, termasuk penyediaan program khusus di sejumlah kampus Mesir untuk mahasiswa Indonesia dengan biaya terjangkau, serta inisiatif pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset antara perguruan tinggi kedua negara.Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi.“Kami berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Mesir melalui berbagai skema beasiswa, termasuk program Kemitraan Negara Berkembang (KNB),” ujar Menteri Brian.Ia juga mengapresiasi pembukaan program studi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Mesir, sebagai wujud penguatan hubungan kebudayaan dan pendidikan kedua negara.“Kami berharap inisiatif ini semakin mempererat pertukaran budaya dan memperluas mobilitas mahasiswa untuk belajar dan bertukar ilmu di bidang sains dan teknologi,” tambahnya.Sementara itu, Dubes Yasser menyampaikan bahwa pemerintah Mesir sedang menyiapkan program pendidikan di bidang kedokteran, kedokteran gigi, dan farmasi yang dapat diikuti mahasiswa asal Indonesia.“Kami juga tengah mengeksplorasi potensi kerja sama di bidang teknologi, sejalan dengan perkembangan riset dan inovasi di kedua negara,” jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti rencana kerja sama melalui Joint Commission Meeting antara pemerintah Indonesia dan Mesir. Sektor pendidikan tinggi menjadi salah satu fokus utama dalam agenda tersebut.Selain itu, dibahas pula rencana perpanjangan nota kesepahaman (MoU) antarperguruan tinggi yang masa berlakunya telah berakhir.Mendiktisaintek menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan antar lembaga pendidikan, tetapi juga membuka peluang luas bagi pengembangan sumber daya manusia unggul di kedua negara.“Kolaborasi Indonesia–Mesir akan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi