Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) bersepakat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Sekolah Rakyat dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.Rencana kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, di kantor Kemdiktisaintek, Senin.Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu Program Prioritas Presiden Prabowo, yang bertujuan membuka jalan bagi generasi muda di wilayah terpencil agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau langsung memasuki dunia kerja.Untuk memperkuat keberlanjutan program, Kemdiktisaintek akan menggandeng sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai pendamping dan pembina Sekolah Rakyat.“Di bayangan saya, setiap Sekolah Rakyat bisa dibina oleh satu kampus. Kampus langsung berperan dalam pelatihan, mentoring, dan sebagainya. Kita juga bisa sediakan berbagai fasilitas seperti ruang pembelajaran,” ujar Menteri Brian.Saat ini, program Sekolah Rakyat telah menjangkau 166 titik di seluruh Indonesia, meliputi jenjang SD, SMP, dan SMA. Dari total tersebut, sekitar 6.700 siswa SMA kini mengikuti pembelajaran dan diproyeksikan akan lulus pada tahun 2028.“Di bulan Juli itu 63 titik, Agustus 37 titik, dan di bulan September ada 66 titik. Jadi totalnya 166 titik yang sudah beroperasi,” jelas Menteri Saifullah Yusuf.Saifullah menambahkan, siswa SMA Sekolah Rakyat akan mendapatkan dua pilihan jalur setelah lulus, yaitu melanjutkan ke perguruan tinggi atau masuk ke dunia kerja.Kurikulum program disesuaikan dengan pilihan tersebut melalui kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).“Jika siswa memilih melanjutkan pendidikan, kurikulumnya akan dirancang oleh guru dan dosen agar selaras dengan standar perguruan tinggi,” tambah Saifullah.Kemdiktisaintek menyambut baik langkah kolaboratif Kemensos. Menteri Brian Yuliarto menekankan pentingnya peran kampus dalam membuka akses pendidikan, memberikan pendampingan, dan menghubungkan pelajar Sekolah Rakyat dengan perguruan tinggi.Ia juga membuka peluang bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk memperoleh beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar dapat melanjutkan studi tanpa hambatan ekonomi.“Kami akan bicarakan kembali. Kita juga akan bentuk satu tim supaya bisa menyiapkan apa yang diperlukan untuk kolaborasi, seperti kampus-kampus untuk mulai menyusun rujukan,” ujar Brian.Langkah selanjutnya, kedua kementerian akan merancang dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat, yang diharapkan terlaksana dalam satu pekan ke depan.Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas pemerataan pendidikan nasional, menciptakan sinergi antara kampus dan sekolah rakyat, serta memastikan lulusan memiliki kompetensi untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja secara produktif.Dengan sinergi lintas kementerian ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi masa depan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi