Sidoarjo (buseronline.com) - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi seluruh anak bangsa melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Beasiswa ADik) yang digagas oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Sabtu.Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa penerima beasiswa afirmasi yang berasal dari Papua, daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, guna memperkuat wawasan kebangsaan dan semangat bela negara di kalangan generasi muda.Acara dibuka oleh Wakil Rektor I Unesa, Martadi, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun karakter kebangsaan di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi.“Kalian adalah the rising star, matahari harapan bangsa. Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan negara ini,” ujarnya.Sementara itu, Anggota Tim Teknis PPAPT, Yonny Koesmaryono, menjelaskan bahwa program Beasiswa ADik tidak hanya berfokus pada pemberian akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan.“Program ADik bukan sekadar memberikan akses kuliah, tetapi juga membangun kapasitas diri, karakter, dan kepemimpinan generasi muda Indonesia agar mampu menjadi agen pemersatu bangsa di tengah keberagaman,” jelasnya.Yonny menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan semangat belajar tinggi bagi para penerima beasiswa, karena mereka merupakan representasi wajah Indonesia yang majemuk dan diharapkan menjadi teladan di kampus masing-masing.Ketua Panitia, Muhammad Farid Ilhamuddin, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi penyelenggara program ADik dalam mendukung pembinaan karakter mahasiswa.“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam semangat kebangsaan dan solidaritas sosial,” ujarnya.Sebanyak 224 mahasiswa penerima Beasiswa ADik dari 16 perguruan tinggi di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka mendapatkan berbagai materi pembinaan, termasuk sesi interaktif bertema “Peluang dan Tantangan Bela Negara dan Anti Radikalisme bagi Generasi Z” yang disampaikan oleh Wakil Rektor III Unesa, Bambang Sigit Widodo.Dalam paparannya, Bambang menegaskan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya penguasaan teknologi, tetapi menjaga nasionalisme dan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi.“Indonesia adalah taman keberagaman. Perbedaan bukan untuk diseragamkan, tetapi untuk disatukan. Ketika mahasiswa kehilangan daya kritisnya, di situlah roh mahasiswa hilang,” tegasnya.Bambang juga berpesan agar mahasiswa menjadi agen perubahan yang membawa semangat toleransi, gotong royong, dan bela negara.“Bangun Indonesia dengan prestasi, bukan provokasi. Kibarkan Merah Putih di manapun, dengan cara apapun,” tambahnya.Melalui kegiatan ini, PPAPT dan Unesa berharap mahasiswa penerima Beasiswa ADik mampu menjadi generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.Selain membangun kesadaran kebangsaan, pembinaan ini juga memberikan pembekalan penting untuk memperkuat daya juang, ketangguhan mental, serta semangat nasionalisme di lingkungan kampus dan masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi