Semarang (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno menegaskan pentingnya pendidikan karakter yang dimulai sejak usia dini. Ia mendorong seluruh pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jawa Tengah untuk terus berinovasi dalam proses belajar mengajar agar mampu mencetak generasi berkarakter, cerdas, dan berakhlak.Hal itu disampaikan Sumarno saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Perkumpulan Penyelenggara (PP) PAUD Jawa Tengah Tahun 2025 di Wisma UPGRIS, Kota Semarang, Jumat.Dalam kesempatan tersebut, Sumarno menyoroti pentingnya peran pendidik PAUD sebagai pondasi awal pembentukan karakter anak bangsa. Meski angka partisipasi PAUD di Jateng tahun 2025 telah mencapai 53 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang berada di 47 persen, ia menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan.“Pendidikan anak usia dini tidak bisa dianggap mudah. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda, begitu pula dengan latar budaya di tiap daerah. Karena itu, para pendidik PAUD perlu terus berinovasi dalam metode mengajar, agar pembelajaran bisa menyesuaikan kebutuhan anak,” ujar Sumarno.Ia mencontohkan perbedaan karakter anak di berbagai daerah seperti Pemalang, Solo, dan Banyumas yang memiliki latar budaya berbeda. Menurutnya, keberhasilan PAUD tidak hanya diukur dari angka partisipasi, tetapi juga dari kualitas dan dampak pembelajaran terhadap pembentukan karakter anak.Sementara itu, Ketua DPD PP PAUD Jawa Tengah, Wahyu Indah Anggraeni Sumarno, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen memastikan setiap anak usia dini di Jawa Tengah dapat terpenuhi hak-haknya atas pendidikan yang layak dan berkualitas.“Anak-anak yang saat ini duduk di bangku PAUD adalah calon pemimpin, ilmuwan, dan tenaga terampil masa depan Indonesia. Karena itu, menjadi tugas bersama untuk memastikan mereka mendapatkan layanan pendidikan terbaik sejak dini,” tuturnya.Ia menegaskan, PAUD bukanlah tempat penitipan anak, melainkan pusat stimulasi holistik yang membentuk kecerdasan, karakter kuat, dan kesehatan optimal. Oleh karena itu, penguatan kualitas PAUD harus dilakukan secara kolaboratif, melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat.Indah juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang berpihak pada pendidikan anak usia dini. Terlebih, Jawa Tengah memiliki komitmen kuat terhadap program wajib belajar 13 tahun, yang dimulai sejak PAUD hingga jenjang SMA/SMK.“Program wajib belajar 13 tahun menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional, bukan pilihan tambahan,” tegasnya.Rakerda DPD PP PAUD Jateng 2025 ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara penyelenggara PAUD, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi