Semarang (buseronline.com) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi atas keberhasilan program pendidikan vokasi yang terbukti efektif menekan angka pengangguran terbuka di wilayah tersebut.Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 tercatat 4,33 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut menurun dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 4,78 persen.Penurunan ini dinilai sebagai bukti konkret bahwa kebijakan penguatan pendidikan vokasi dan kemitraan industri yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memberikan hasil nyata terhadap peningkatan serapan tenaga kerja.Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah, Buyung Wiromo Samudra, menyampaikan hasil pengawasan lembaganya menunjukkan keseriusan Pemprov Jateng dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.“Untuk semester I ini, laporannya sudah relatif baik. Pendidikan vokasinya diarahkan untuk mengurangi pengangguran,” ujar Buyung saat menyerahkan laporan hasil pengawasan kepada Gubernur Ahmad Luthfi di Ruang Kerja Gubernur Jateng, Selasa.Buyung menjelaskan, fokus pengawasan BPKP pada semester pertama tahun 2025 menyoroti empat aspek utama, yaitu:1. Peningkatan akses dan kualitas lulusan vokasi,2. Penguatan mutu pendidikan dan pelatihan,3. Optimalisasi penyerapan lulusan di kawasan industri, serta4. Peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung percepatan penurunan angka pengangguran.Menurut Buyung, kolaborasi antara Pemprov Jateng, industri, dan lembaga pelatihan menjadi faktor kunci yang mendorong peningkatan daya saing lulusan sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja di sektor-sektor produktif.Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas hasil evaluasi dan dukungan BPKP. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng akan terus memperkuat program pendidikan vokasi dan memperluas kesempatan kerja melalui kebijakan investasi yang berorientasi pada padat karya.“Kita kembangkan padat karya, dengan harapan serapan tenaga kerja akan lebih banyak,” ujar Luthfi.Luthfi menambahkan, banyak lulusan sekolah vokasi di Jawa Tengah yang kini terserap di perusahaan-perusahaan besar, terutama di kawasan industri yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.Selain itu, Pemprov juga terus memaksimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap kerja.“BLK juga kita sambungkan dengan perusahaan. Sehingga secara tidak langsung akan menekan tingkat pengangguran terbuka,” ucapnya.Program vokasi di Jawa Tengah saat ini didesain untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif, adaptif terhadap kebutuhan industri, dan memiliki keterampilan sesuai dengan perkembangan teknologi.BPKP menilai, langkah Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi menjadi model kebijakan yang efektif dan dapat direplikasi oleh daerah lain dalam menekan pengangguran melalui pendekatan berbasis pendidikan vokasi dan investasi padat karya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi