Jakarta (buseronline.com) - Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menegaskan bahwa peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk menjaring dan mendidik anak-anak paling cerdas dari seluruh penjuru Indonesia.Pernyataan tersebut disampaikan Dirgayuza saat menghadiri acara peluncuran SPMB SMA KTB di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Selasa.Dalam sambutannya, Dirgayuza mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia unggul sejak usia dini.Presiden, katanya, menegaskan bahwa dari 287 juta penduduk Indonesia, sedikitnya satu persen memiliki tingkat kecerdasan tinggi yang berpotensi menjadi aset strategis bangsa.“Presiden menekankan bahwa dari 287 juta rakyat Indonesia, setidaknya satu persen memiliki kecerdasan tinggi. Tugas negara adalah menemukan mereka, di mana pun mereka berada, dan memastikan mereka mendapatkan pendidikan terbaik melalui dukungan penuh negara,” ujar Dirgayuza.Menurutnya, negara memiliki kewajiban moral sekaligus konstitusional untuk memastikan tidak ada anak cerdas yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi atau akses pendidikan.Dirgayuza menjelaskan, inisiatif Polri melalui pendirian SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) yang bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) dan Akademi Kader Bangsa (AKB) menjadi contoh nyata kolaborasi strategis lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan unggul nasional.“Program seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan manusia unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kementerian, melainkan gerakan nasional bersama,” tuturnya.Kerja sama antara Polri dan AKB dinilai sebagai model ideal sinergi antara lembaga negara dan sektor pendidikan nonstruktural, yang berorientasi pada pencarian, pengembangan, dan pemberdayaan potensi anak-anak berbakat di seluruh wilayah Indonesia.Lebih lanjut, Dirgayuza menegaskan bahwa kebijakan Presiden Prabowo diarahkan untuk memperkuat pembangunan manusia melalui pengelolaan dana abadi pendidikan dan efisiensi belanja negara.“Setiap rupiah dari hasil efisiensi dan pengembalian aset negara diarahkan untuk membangun masa depan bangsa, termasuk memperkuat dana abadi pendidikan seperti LPDP serta mendukung sekolah unggulan seperti SMA KTB,” tegasnya.Dirgayuza menambahkan, langkah ini memastikan keadilan pendidikan dan kesempatan setara bagi seluruh anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan bermutu, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.Sebagai Ketua Dewan Pembina YPKBI, Dirgayuza juga menekankan bahwa kolaborasi Polri dengan YPKBI dan AKB merupakan bagian dari strategi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.“Inilah esensi kebijakan Presiden: mencari, mendidik, dan menumbuhkan kader terbaik bangsa agar kelak mereka menjadi pemimpin, ilmuwan, dan inovator yang membawa Indonesia berdiri sejajar dengan negara maju,” pungkasnya.Program pendidikan seperti SMA Kemala Taruna Bhayangkara, kata Dirgayuza, diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, berjiwa nasionalis, dan memiliki komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi