Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Akselerasi Tenaga Medis Spesialis di NTB, Kemdiktisaintek Perkuat Sistem Kesehatan Akademik Wilayah V

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 29 Oktober 2025 09:07 WIB
Dirjen Pendidikan Tinggi Khairul Munadi bersama Rektor Universitas Mataram dan peserta Rapat Koordinasi Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Wilayah V berfoto bersama usai kegiatan di Universitas Mataram, Jumat (24/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Mataram (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat upaya percepatan pemenuhan dan pemerataan distribusi tenaga medis, khususnya dokter spesialis dan subspesialis, melalui Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Wilayah V. Wilayah ini mencakup Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).Pertemuan koordinasi digelar di Universitas Mataram (Unram), Jumat, dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, Rektor Unram, perwakilan Gubernur NTB, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) dan Direktur Rumah Sakit Pendidikan (RSP), serta perwakilan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) dan para pemangku kepentingan wilayah SKA V.Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis, yang diluncurkan 22 Juli lalu sebagai salah satu prioritas nasional di bidang pendidikan tinggi kedokteran.Dalam sambutannya, Dirjen Khairul Munadi menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan tenaga medis harus dilakukan secara kolaboratif dan gotong royong lintas sektor, tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak.“Tidak ada jalan lain selain melalui pendekatan kolaboratif dan gotong royong. Pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan kesehatan tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi harus bersama-sama,” ujar Dirjen Khairul.Tim Satuan Tugas (Satgas) Program Akselerasi Pemenuhan Tenaga Medis menetapkan tiga strategi utama hingga 2025:1. Penambahan program studi baru dan peningkatan kuota mahasiswa dokter spesialis/subspesialis melalui kemitraan perguruan tinggi dan rumah sakit.2. Penempatan residen senior pada Rumah Sakit Pendidikan (RSP) prioritas.3. Penguatan kemitraan kolaboratif dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan sektor terkait untuk dukungan menyeluruh program.Fakultas Kedokteran Unram menjadi salah satu perguruan tinggi yang aktif merespons arahan percepatan tersebut. Saat ini, Unram memiliki lima program studi dokter spesialis dan tengah menyiapkan empat prodi baru: Ilmu Penyakit Dalam, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Jantung dan Pembuluh Darah, serta THT.Rektor Unram, Bambang Hari Kusumo, menyoroti ketimpangan distribusi tenaga medis di NTB.“Sebagian besar tenaga kesehatan masih terkonsentrasi di Kota Mataram, sementara kabupaten/kota lainnya mengalami kekurangan signifikan. Kami berharap pertemuan ini menghasilkan langkah konkret, termasuk dukungan kebijakan dari pusat dan daerah,” ujarnya.Dekan FK Unram, Arfi Syamsun, menambahkan dukungan perguruan tinggi melalui penurunan biaya pendidikan dokter spesialis, sementara Sekretaris Dinas Kesehatan NTB, Eli Ramlan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat rumah sakit pendidikan dan menyediakan beasiswa bagi mahasiswa dokter spesialis.Kemdiktisaintek juga berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menyiapkan kebijakan pembiayaan di rumahq sakit daerah yang menjadi wahana pendidikan, termasuk penyesuaian tarif agar biaya pendidikan lebih terjangkau.“Tanpa semangat kolaborasi, mustahil kita bisa mewujudkan cita-cita Bapak Presiden menuju Indonesia Sehat 2045,” tegas Dirjen Khairul.Pertemuan SKA Wilayah V diharapkan menumbuhkan semangat gotong royong yang kuat di kalangan perguruan tinggi, rumah sakit, dan pemerintah daerah untuk mengatasi tantangan distribusi tenaga medis spesialis dan subspesialis di Indonesia.Hadir pula dalam pertemuan ini Tri Hanggono Achmad dan T Basaruddin dari Satgas Akselerasi PPDS Kemdiktisaintek. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

17.372 Guru Non-ASN di Jepara Disasar Program Kartu Guru Sejahtera 2026

Pendidikan

KPK OTT Bupati Tulungagung dan Ajudan, Diduga Lakukan Pemerasan hingga Rp5 Miliar

Pendidikan

Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG

Pendidikan

Skrining Pendengaran Digelar, Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran

Pendidikan

Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi

Pendidikan

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Hidupkan Suasana Distrik Muara