Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Wamendiktisaintek: Manusia Tetap Jadi Pusat Perubahan di Era AI untuk Indonesia 2025

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 26 Oktober 2025 09:14 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan pidato bertajuk “AI untuk Indonesia” pada acara AI for Indonesia 2025 by kumparan di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus menjadi alat kemajuan yang memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya.Pesan ini disampaikan Stella dalam pidatonya bertajuk “AI untuk Indonesia” pada acara AI for Indonesia 2025 by kumparan, yang digelar di The Ballroom at Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin No 9, Jakarta Pusat, Kamis.Dalam pidatonya, Stella Christie mengangkat pertanyaan yang kini menjadi diskursus global: “Apakah manusia akan tergantikan oleh AI?” Ia menegaskan bahwa perubahan besar yang dipicu oleh perkembangan teknologi AI tidak dapat dihindari, sehingga tantangan utama bukan menolaknya, melainkan beradaptasi dan memanfaatkannya untuk kemajuan bangsa.“AI bisa menjadi ancaman, tapi juga bisa menjadi alat kemajuan. Semuanya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya,” ujar Stella.Stella menyoroti fenomena banyak perguruan tinggi yang tergesa-gesa membuka program studi berbasis teknologi agar relevan dengan era digital. Namun, ia mengingatkan bahwa bidang ilmu komputer justru termasuk sektor yang paling terdampak disrupsi akibat kehadiran AI.Menurutnya, hal itu bukan merupakan kabar buruk, tetapi peringatan bahwa dunia kerja tengah berubah dan manusia harus bertransformasi bersama perubahan tersebut.“Yang harus kita siapkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, empati, kreativitas, serta pengambilan keputusan moral. Itulah yang tidak bisa digantikan oleh AI,” tegasnya.Lebih lanjut, Stella menekankan bahwa AI memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, teknologi ini dapat menurunkan keamanan, menciptakan kesenjangan, dan menyebarkan hoaks. Namun di sisi lain, AI juga mampu meningkatkan sistem keamanan, membantu pemerataan akses pendidikan dan ekonomi, serta memperkuat verifikasi kebenaran informasi.“Kita tidak boleh diam. Jika kita hanya menonton perubahan tanpa bertindak, maka dampak buruknya akan datang lebih cepat. Namun, jika kita bertindak sekarang, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang,” ujarnya.Acara AI for Indonesia 2025 yang mengusung tema “Accelerating Impact with Applied AI” mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri, akademisi, komunitas, hingga mahasiswa.Forum ini bertujuan untuk mendorong penerapan AI yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui tiga pilar utama, yakni:1. AI for Everyone — memastikan akses teknologi merata bagi semua kalangan,2. AI for Good — memastikan penggunaan AI untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan,3. AI for Growth — mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi digital.Menutup pidatonya, Stella Christie mengajak seluruh pihak untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pengarah arah perkembangannya.“Pertanyaannya bukan lagi bagaimana Indonesia berguna untuk AI, tetapi bagaimana AI berguna untuk Indonesia,” pungkasnya.Acara ini menjadi momentum penting dalam mempertegas arah kebijakan pemerintah untuk membangun ekosistem AI yang beretika, inklusif, dan berpihak pada manusia sebagai pusat perubahan di era digital. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

KPK Soroti Risiko Korupsi dalam Pengembangan KEK Galang Batang

Pendidikan

Pameran UMKM Meriahkan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara, 53 Stan Ikut Berpartisipasi

Pendidikan

17.372 Guru Non-ASN di Jepara Disasar Program Kartu Guru Sejahtera 2026

Pendidikan

KPK OTT Bupati Tulungagung dan Ajudan, Diduga Lakukan Pemerasan hingga Rp5 Miliar

Pendidikan

Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG

Pendidikan

Skrining Pendengaran Digelar, Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran