Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kemdiktisaintek Luncurkan Program Riset Prioritas 2026: Dorong Kolaborasi dan Inovasi

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 25 Oktober 2025 12:09 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan arahan saat peluncuran Program Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 di Auditorium Graha Diktisaintek, Jakarta, Selasa (21/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 di Auditorium Graha Diktisaintek, Jakarta, Selasa.Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekosistem riset nasional yang kompetitif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi kemajuan masyarakat.Melalui inisiatif ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam membangun kemandirian ilmu pengetahuan dan inovasi berbasis kebutuhan bangsa, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.Kegiatan peluncuran dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Fauzan, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan M Fauzan Adziman, pejabat di lingkungan Kemdiktisaintek, para pimpinan perguruan tinggi, Kepala LLDIKTI Wilayah I–XVII, serta ratusan peneliti dan dosen dari berbagai daerah.Dalam arahannya, Menteri Brian Yuliarto menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia industri untuk memastikan riset berjalan efektif dan berdampak luas.“Pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem riset yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kolaborasi menjadi kunci agar hasil penelitian tidak berhenti di meja laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Prof Brian.Sementara itu, Dirjen Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman menegaskan bahwa riset harus menjadi budaya akademik berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi akademik.“Riset adalah kontribusi kita untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa. Setiap penelitian harus melahirkan inovasi yang relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.Sebagai tindak lanjut dari arah kebijakan tersebut, Program Riset Prioritas 2026 difokuskan pada tiga pilar utama, yakni:1. Bina Talenta Peneliti, yang berorientasi pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset;2. Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, untuk meningkatkan kualitas serta relevansi penelitian terhadap kebutuhan sosial dan ekonomi nasional; dan3. Hilirisasi Riset, yang mendorong hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, dan industri nasional.Pemerintah menyiapkan alokasi pendanaan lebih dari Rp3 T melalui APBN 2026 untuk mendukung riset strategis nasional. Dana tersebut difokuskan pada delapan sektor industri prioritas, yakni keamanan, kesehatan, energi, maritim, pertahanan, manufaktur, keadilan sosial, dan digitalisasi industri.Pendekatan berbasis masalah (problem-based research) dan berbasis akademik (academic-based research) diterapkan agar setiap penelitian mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah.Peluncuran program ini juga menjadi momentum penting bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia peneliti. Kemdiktisaintek mendorong keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam kegiatan riset untuk menumbuhkan budaya ilmiah sejak dini serta memastikan keberlanjutan regenerasi peneliti unggul di masa depan.Dalam kesempatan yang sama, tiga direktur di lingkungan Ditjen Riset dan Pengembangan turut menyampaikan paparan strategis masing-masing:- Ketut Adnyana, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, menekankan pentingnya integrasi riset dan pengabdian berbasis kebutuhan daerah.- Yos Sunitiyoso, Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, memaparkan strategi percepatan hilirisasi hasil riset ke sektor industri.- Heri Kuswanto, Direktur Bina Talenta, menjelaskan program peningkatan kapasitas talenta peneliti dan pengembang inovasi di perguruan tinggi.Menteri Brian menegaskan bahwa peluncuran Program Riset Prioritas 2026 bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan langkah nyata pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).“Kami ingin menjadikan riset sebagai motor penggerak ekonomi nasional sekaligus sumber inspirasi bagi inovasi bangsa,” tegasnya.Peluncuran program ini menandai arah baru pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia yang berlandaskan kolaborasi, orientasi hasil, dan keberlanjutan.Melalui kebijakan riset yang terarah, Kemdiktisaintek berkomitmen membangun ekosistem pengetahuan yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat dan daya saing global Indonesia. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional

Pendidikan

Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan

Pendidikan

KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda

Pendidikan

Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran

Pendidikan

Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak

Pendidikan

Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026