Semarang (buseronline.com) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Nawal Arafah Yasin resmi meluncurkan program PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Emas) sebagai upaya memperluas pemerataan akses pendidikan anak usia dini melalui peran aktif dan swadaya masyarakat.Peluncuran program tersebut berlangsung di PAUD Tirta Kenanga, Kelurahan Bongsari, Kota Semarang, Kamis. Kegiatan turut dihadiri oleh Wali Kota sekaligus Bunda PAUD Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta para Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Semarang.Dalam kesempatan itu, Nawal Arafah menyampaikan bahwa PAUD Emas merupakan bagian dari komitmen gerakan “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah”, yang selaras dengan visi “Ngopeni Nglakoni” yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.“Fokusnya PAUD Emas adalah pemerataan layanan PAUD di Provinsi Jawa Tengah, dengan menggiatkan lagi bagaimana potensi-potensi swadaya masyarakat menjadi satu hal yang penting dalam PAUD Emas,” ujar istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.Nawal menambahkan, PAUD Emas juga menjadi wujud implementasi model PAUD holistik integratif sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2023, yang menggabungkan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak secara simultan dan terkoordinasi.Selain itu, ia menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan ciri khas PAUD Emas, yang tidak hanya memperkuat layanan pendidikan anak, tetapi juga berperan dalam pencegahan stunting serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif dan bebas dari kekerasan serta diskriminasi.“Kolaborasi menjadi satu kekhasan dari PAUD Emas. Program ini ikut serta dalam pencegahan stunting dan memastikan bahwa PAUD Emas inklusif serta memperjuangkan hak-hak anak tanpa diskriminasi di dalamnya,” tegas Nawal.Pada kesempatan tersebut, Nawal juga memberikan apresiasi kepada PAUD Tirta Kenanga yang telah menerapkan prinsip PAUD Emas dan dijadikan pilot project di Jawa Tengah. Ia berharap PAUD tersebut dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya di berbagai daerah.“Ini menjadi salah satu role model PAUD Emas di Jawa Tengah. Daerah-daerah lain yang akan mendirikan PAUD Emas bisa belajar dari PAUD Tirta Kenanga ini,” ujar Nawal yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK dan TP Posyandu Jateng.Lebih lanjut, Nawal mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, kader PKK, organisasi masyarakat, hingga pihak swasta, untuk bersama-sama menghadirkan layanan pendidikan prasekolah bagi anak usia 0–6 tahun di wilayah masing-masing.Dalam kegiatan tersebut, Nawal Arafah juga berinteraksi hangat dengan anak-anak, menyaksikan pertunjukan tari, meninjau pameran karya siswa, serta menyerahkan bantuan berupa tas dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik PAUD.Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan PAUD Emas di wilayahnya. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pendidikan anak usia dini yang berkualitas.“Sesuai dengan ide dari Ibu Bunda PAUD Provinsi, harus ada integrasi. Kalau bekerja sendiri-sendiri tidak bisa. Harapannya, program ini bisa menjadi langkah nyata dalam menciptakan masa depan anak-anak yang lebih baik,” ungkap Agustina.Dengan peluncuran PAUD Emas ini, diharapkan pemerataan akses pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah dapat terus meningkat.Program ini menargetkan peningkatan angka partisipasi PAUD yang saat ini baru mencapai 47,65 persen, menuju terciptanya generasi emas Indonesia yang cerdas, sehat, dan berkarakter. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi