Meulaboh (buseronline.com) - “Perjuangan tidak cukup dengan semangat, tapi juga dengan strategi dan ilmu.”Pesan sarat makna itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi, saat bersilaturahmi dengan pimpinan dan sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU) di Auditorium Teuku Umar, Meulaboh, Kamis.Dalam arahannya, Khairul menegaskan bahwa pendidikan tinggi merupakan arsenal utama dalam membentuk masa depan bangsa menuju Visi Indonesia Emas 2045.Ia menekankan pentingnya penerapan paradigma “Kampus Berdampak”, yaitu konsep perguruan tinggi yang tidak hanya menyalurkan ilmu, tetapi juga menghadirkan riset dan inovasi terapan yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat.“Universitas Teuku Umar didorong untuk memperkuat peranannya sebagai Kampus Berdampak dan menjadi laboratorium kebijakan, teknologi, serta budaya di wilayahnya, dengan fokus utama pada sektor unggulan pertanian dan kelautan,” ujar Khairul Munadi.Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut untuk mengambil peran aktif dalam menjawab persoalan bangsa, terutama melalui riset dan pembelajaran yang kontekstual serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.“Untuk memberikan dampak yang optimal, kampus juga perlu fokus pada isu-isu, realitas, dan konteks lokal yang relevan,” imbuhnya.Khairul menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus berbasis challenge-based approach, yakni pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada penyelesaian tantangan nyata seperti krisis iklim, ketahanan pangan, dan disrupsi teknologi.“Hari ini, kita tidak hanya dituntut melahirkan sepuluh pemuda, melainkan ratusan ribu sarjana yang siap mengguncang dunia dengan inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian,” tegasnya penuh semangat.Sementara itu, Rektor Universitas Teuku Umar, Ishak Hasan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dirjen Dikti sekaligus memaparkan berbagai capaian kampus, di antaranya perolehan Akreditasi Institusi ‘Baik Sekali’.Ishak juga menegaskan bahwa UTU tengah melakukan berbagai pembenahan menuju perubahan status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU), sekaligus mewujudkan visinya sebagai universitas yang adaptif, unggul, dan berdampak bagi masyarakat.Dalam kesempatan itu, Dirjen Dikti juga meninjau sejumlah fasilitas unggulan milik UTU, seperti Pusat Edukasi Tsunami Aceh, Fish Hatchery, serta berbagai unit pendukung akademik dan riset lainnya.Kunjungan lapangan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas kampus daerah sebagai poros inovasi dan penggerak pembangunan lokal.Silaturahmi itu ditutup dengan refleksi bersama mengenai peran strategis perguruan tinggi di tengah dinamika global dan tantangan bangsa.“Sivitas akademika harus bergotong royong agar kampus dapat menjadi center of solution berbasis riset yang mampu bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah. Artinya, kampus harus hadir dan dekat dengan realitas yang dihadapi masyarakat,” pungkas Khairul Munadi.Dengan semangat “Menyemai Ilmu, Memetik Kemakmuran”, Universitas Teuku Umar menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi