Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Inovasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan, Dirjen Risbang Tinjau Perguruan Tinggi

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 30 September 2025 12:16 WIB
Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemendikbudristek Fauzan Adziman meninjau inovasi Tel-Urator, insinerator ramah lingkungan karya Universitas Telkom, saat kunjungan ke Bandung, Kamis (25/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Bandung (buseronline.com) - Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Fauzan Adziman, bersama Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso, meninjau berbagai produk inovasi perguruan tinggi dalam bidang pengelolaan sampah ramah lingkungan di Kota Bandung, Kamis.Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempercepat adopsi teknologi yang dikembangkan kampus dalam menangani persoalan sampah, sekaligus mendorong implementasi nyata di masyarakat.Produk pertama yang ditinjau adalah Tel-Urator, insinerator ramah lingkungan hasil inovasi Universitas Telkom dengan kapasitas hingga dua ton sampah per hari. Teknologi ini telah digunakan di lingkungan kampus dan desa mitra untuk membantu mengurangi volume sampah sekaligus menekan polusi.Selanjutnya, Dirjen Risbang meninjau Reaktor Plasma Dingin hasil inovasi Universitas Islam Bandung (UNISBA), yang mampu memusnahkan 0,5–1 ton sampah per jam. Hampir semua jenis sampah, kecuali limbah B3, kaca, dan logam, dapat diolah dalam reaktor ini. Dengan kombinasi teknologi plasma, gelombang mikro, magnet, laser, dan grafen, reaktor menghasilkan liquid smoke (asap cair) dan konsentrat karbon–logam.“Pengelolaan sampah adalah isu kritikal di Indonesia. Dengan teknologi yang dikembangkan kampus, harapannya bisa dikembangkan lebih lanjut agar berguna bagi masyarakat luas,” ujar Fauzan.Kepala Pusat Pengembangan Teknologi UNISBA, Imam Indratno, menambahkan bahwa seluruh material pembuatan reaktor berasal dari dalam negeri.“Tidak ada bahan impor, termasuk grafen yang menjaga alat tidak meleleh. Jadi penyelesaian persoalan sampah bisa dijawab dengan solusi dari dalam negeri,” jelasnya.Selain Universitas Telkom dan UNISBA, rombongan Dirjen Risbang juga meninjau inovasi lain, di antaranya:- Alat pemisah sampah otomatis dari Universitas Teknologi Bandung,- Teknologi instalasi biogas dari Universitas Pakuan,- Inovasi Bio-CNG dari Institut Teknologi Nasional Bandung,- serta berbagai produk pengelolaan limbah dari perguruan tinggi lainnya.Fauzan menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun budaya riset dan budaya pengelolaan sampah. Ia mencontohkan penerapan Integrated Waste Management System (I-WANT) di Universitas Telkom, di mana sampah kampus dipisah, dipilah, dan diolah hingga menghasilkan nilai tambah maupun produk bernilai jual.“Budaya itu yang akan kita bangun. Tidak hanya teknologi, tetapi juga budaya dalam mengelola sampah,” tegas Fauzan.Ia menutup kunjungan dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra industri. Menurutnya, sinergi tersebut mutlak diperlukan agar solusi pengelolaan sampah benar-benar efektif, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Progres RDMP Balikpapan Capai 99 Persen, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Pasokan BBM

Pendidikan

Skor SPI Klaten 73,97, KPK Dorong Pembenahan Tata Kelola Pemerintahan

Pendidikan

Lazio Kalahkan Parma 2-1, Kokoh di Puncak Klasemen Serie A

Pendidikan

Atletico Madrid Kalahkan Deportivo La Coruna 1-0, Julian Alvarez Jadi Pahlawan

Pendidikan

Kemenkes Percepat Pemerataan Dokter Spesialis, 55.192 Dokter Masih Dibutuhkan

Pendidikan

Aston Villa Kalahkan Manchester City 2-1, Nicolas Jackson Borong Dua Gol