Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88 AT) Polri bekerja sama dengan Universitas Saintek Muhammadiyah menggelar kegiatan Capacity Building dan Studi Kasus untuk mahasiswa, Selasa.Kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan serta mencegah penyebaran paham radikalisme di lingkungan kampus.Sebanyak 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi mengikuti kegiatan ini, termasuk Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta (UTMJ), Universitas MH Thamrin, Universitas Muhammadiyah Cileungsi, serta Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jakarta Pusat.Kompol Agus dari Direktorat Pencegahan Densus 88 menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan moderasi di kalangan mahasiswa.“Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa menjadi agen moderasi kampus, aktif mencegah penyebaran Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET),” ujarnya.Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi kontra ideologi dan kontra narasi yang dijalankan Densus 88 AT. Melalui kerja sama dengan dunia pendidikan tinggi, aparat keamanan berharap dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman, damai, serta mendorong kolaborasi antara akademisi dan aparat penegak hukum.Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya persatuan dan toleransi, tetapi juga mampu menjadi penggerak aktif dalam membangun kampus yang bebas dari pengaruh radikalisme. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi