Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Wamendiktisaintek Stella Christie: Sekolah Garuda di Aceh Utara Wujudkan Akses Pendidikan Merata

GY Simanjuntak MSi - Senin, 22 September 2025 10:21 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie bersama Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil dalam dialog terkait rencana pembangunan Sekolah Garuda di Lhokseumawe, Kamis (18/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Lhokseumawe (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Garuda merupakan wujud nyata visi Presiden Republik Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Lhokseumawe, Kamis.Menurut Stella, sejak lama Presiden menekankan pentingnya sekolah unggul setingkat SMA sebagai strategi membangun ekonomi nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Gagasan tersebut telah dirintis sejak 1990-an, dan kini diwujudkan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Sekolah Garuda.“Sekolah Garuda bukanlah sekolah elit, melainkan wadah untuk menciptakan kesempatan yang merata. Presiden ingin agar putra-putri terbaik bangsa, termasuk dari keluarga prasejahtera dan daerah terpencil, memiliki akses pendidikan unggul. Hingga 2029 hanya akan dibangun 20 Sekolah Garuda di luar Jawa, sebagai komitmen pemerataan. Jika Aceh Utara terpilih, sekolah ini akan istimewa karena muridnya berasal dari seluruh Indonesia,” ujar Stella.Ia menjelaskan, konsep Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama. Pertama, pemerataan akses yang memastikan talenta terbaik bangsa mendapatkan kesempatan yang sama. Kedua, fungsi sebagai inkubator pemimpin bangsa dengan sistem sekolah berasrama yang membentuk kepemimpinan berwawasan global dan kepekaan lokal. Ketiga, penekanan pada prestasi akademik sekaligus pengabdian masyarakat.“Targetnya jelas, siswa-siswi Sekolah Garuda mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia. Negara bahkan menyiapkan beasiswa penuh bagi 80% siswa hingga kuliah di universitas terbaik dunia, seperti Harvard, Oxford, Cambridge, hingga Tsinghua University,” tambahnya.Selain mencetak generasi unggul, Stella menyoroti dampak ekonomi dan sosial dari kehadiran Sekolah Garuda. Kehadiran sekolah berasrama berskala nasional ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kebutuhan logistik, akomodasi, hingga kunjungan orang tua siswa dari berbagai daerah. Fasilitas sekolah juga dirancang terbuka bagi masyarakat sekitar, seperti perpustakaan dan sarana olahraga, dengan tenaga kerja lokal diutamakan dalam operasional sekolah.Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia menegaskan, Aceh Utara telah menyiapkan lahan seluas 21 hektare untuk pembangunan sekolah.“Aceh Utara memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban, mulai dari kerajaan Samudera Pasai hingga peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. Kini, dengan hadirnya Sekolah Garuda, kami melihat kesinambungan sejarah itu,” kata Ismail.Menurutnya, lokasi yang diusulkan sangat strategis karena dekat dengan rumah sakit, kantor pemerintahan, dan bandara, sehingga akan menunjang keberadaan Sekolah Garuda sebagai pusat pendidikan unggul nasional.Dengan demikian, pembangunan Sekolah Garuda di Aceh Utara tidak hanya menjadi simbol pemerataan pendidikan, tetapi juga bagian dari strategi besar bangsa dalam menyiapkan generasi unggul berbasis sains dan teknologi. Sekolah ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin masa depan yang berprestasi global sekaligus berpijak pada nilai lokal dan pengabdian kepada masyarakat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pemkab Taput Percepat Pemenuhan Air Bersih Pascabencana

Pendidikan

KPK Soroti Risiko Korupsi dalam Pengembangan KEK Galang Batang

Pendidikan

Pameran UMKM Meriahkan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara, 53 Stan Ikut Berpartisipasi

Pendidikan

17.372 Guru Non-ASN di Jepara Disasar Program Kartu Guru Sejahtera 2026

Pendidikan

KPK OTT Bupati Tulungagung dan Ajudan, Diduga Lakukan Pemerasan hingga Rp5 Miliar

Pendidikan

Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG