Bogor (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan perbaikan SDN Nangela, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, segera direalisasikan. Langkah ini diambil menyusul robohnya atap ruang kelas sekolah tersebut pada Minggu (31/8/2025).Kepala Disdik Kabupaten Bogor Rusliandy mengatakan, pihaknya langsung melakukan inspeksi lapangan pada Senin untuk menyiapkan rencana penanganan sarana dan prasarana. Ia menegaskan bahwa perbaikan akan menjadi prioritas penggunaan APBD 2025 dan 2026.“Untuk tahun 2025 ini sudah direncanakan pembangunan satu ruang kelas dan turap penahan tebing. Sementara untuk jangka panjang, di APBD 2026 akan dibangun enam ruang kelas, satu kantor guru, satu perpustakaan, lapangan upacara, pemagaran, serta lanjutan turap penahan tebing,” jelas Rusliandy.Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memindahkan sementara proses pembelajaran ke majelis taklim di sekitar sekolah. Pembangunan turap penahan tebing, kata dia, akan diprioritaskan guna mencegah potensi pergerakan tanah.“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa karena kejadian berlangsung di luar jam belajar. Namun, kami mengimbau seluruh pimpinan lembaga, pengawas, dan orang tua siswa agar selalu mengutamakan keselamatan peserta didik,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sarana dan Prasarana Disdik Kabupaten Bogor Warman mengungkapkan, hasil monitoring lapangan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi tergolong kerusakan berat.“Kerusakan meliputi dua ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang kelas terdampak, serta pergeseran turap penahan tebing,” jelas Warman.Ia menambahkan, selain perbaikan pascakejadian, SDN Nangela juga membutuhkan pengembangan sarana dan prasarana lain yang masih terbatas.“Lapangan sekolah masih berupa tanah dan ruang kelas masih kurang. Hal ini menjadi catatan penting agar ke depan sekolah bisa lebih layak dan aman digunakan,” pungkasnya.Dengan rencana perbaikan ini, Pemkab Bogor berharap kualitas sarana pendidikan di SDN Nangela dapat segera pulih, sehingga siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi