Bandung (buseronline.com) - Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat memberikan apresiasi atas terselenggaranya Dialog Terbuka yang mempertemukan mahasiswa dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, DPRD Jabar, Kapolda Jabar, serta unsur TNI. Forum ini digelar di Aula Timur Gedung Sate, Rabu.Dialog tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik, masukan, dan aspirasi secara langsung kepada pemangku kebijakan.Nitna Aprini, mahasiswa Jurusan Administrasi Negara dari salah satu perguruan tinggi di Tasikmalaya, menyebut forum ini sebagai langkah positif.“Ini adalah suatu tindakan yang sangat patut diapresiasi. Kita mengoreksi atau mengkritik kinerja DPRD, tapi Gubernur turun tangan langsung untuk membantu menyuarakan aspirasi kami,” ujarnya.Aprini berharap agar forum serupa dapat diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Menurutnya, kehadiran ruang dialog akan membantu masyarakat dan mahasiswa memahami persoalan di tingkat kebijakan.“Harapannya bisa diterapkan di semua daerah. Suara mahasiswa lebih sering didengar melalui forum umum seperti ini, agar tidak lagi terjadi ledakan demonstrasi yang berujung anarkis. Jika aspirasi didengar sejak awal, mungkin tidak akan ada korban seperti kemarin,” tambahnya.Senada, Sandi, mahasiswa Universitas Al Ghifari, juga menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai dialog ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah dan aparat keamanan.“Kami ingin berpendapat lebih bebas. Dengan ruang terbuka seperti ini, mahasiswa bisa menyuarakan pandangan tanpa hambatan. Harapan kami, aparat keamanan juga semakin bijak dalam menyikapi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi,” pungkasnya.Forum dialog ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat komunikasi antara mahasiswa, aparat, dan pemangku kebijakan, sekaligus mencegah terjadinya konflik sosial akibat kurangnya ruang penyampaian aspirasi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi