Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan pendidikan tinggi Indonesia melalui penandatanganan kontrak Program Equity 2025 World Class University (WCU)/Times Higher Education (THE) Impact Rankings dengan 23 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), Selasa.Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi secara merata, meningkatkan kualitas riset, dan reputasi akademik, dengan kemitraan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program mencakup kerjasama antara PTN BH, PTN Badan Layanan Umum (BLU), PTN Satker (Satuan Kerja), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).“Kami mengapresiasi LPDP yang terus mendukung kita dengan dana abadi yang kali ini dialokasikan untuk peningkatan riset. Dengan pendanaan ini, silakan bersinergi antara para dosen di kampus masing-masing, dorong penelitian dari riset fundamental hingga terapan, serta lakukan kolaborasi antarkampus,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.Menteri Brian menekankan bahwa pemeringkatan perguruan tinggi mencerminkan kualitas riset Indonesia dibandingkan negara lain. Para rektor didorong untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi dengan pihak dalam maupun luar negeri agar mengetahui praktik baik di bidang masing-masing.Program Equity 2025 merupakan tindak lanjut amanat Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021 tentang Dana Abadi di Bidang Pendidikan, yang bertujuan memperkuat pendidikan tinggi. Peringkat global menjadi indikator akhir untuk mewujudkan keunggulan dalam pengajaran, riset, inovasi teknologi, relevansi dengan kebutuhan masyarakat, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia sesuai paradigma “Diktisaintek Berdampak”.“Kita arahkan dana abadi pendidikan untuk percepatan dan pemerataan transformasi pendidikan tinggi. Program ini didesain agar konsisten dan berkelanjutan,” ujar Dirjen Khairul. Ia juga mengapresiasi LPDP sebagai mitra strategis yang memastikan pendanaan dikelola secara akuntabel, transparan, dan berdampak.Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menekankan pentingnya dana abadi perguruan tinggi untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi Indonesia. Ia berharap pendanaan ini memperkuat kapasitas riset, pengajaran, dan daya saing global 23 PTN BH penerima Program Equity 2025.“Hari ini menjadi titik awal perguruan tinggi sebagai lokomotif perkembangan riset dan teknologi yang dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik,” ungkap Ayom.Program Equity 2025 merupakan wujud komitmen Kemdiktisaintek memperkuat kapasitas riset, inovasi, dan daya saing perguruan tinggi nasional. Pemerintah memastikan hasil penelitian memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa serta mendukung kebijakan publik secara berkelanjutan.Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Mukhamad Najib, serta rektor dan perwakilan rektor dari 23 PTN BH penerima bantuan Program Equity 2025. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi