Bandung (buseronline.com) - Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menekankan pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat. Menurutnya, ilmu adalah cahaya yang membimbing kehidupan, sementara akhlak merupakan mahkota yang meninggikan derajat manusia.Pesan itu ia sampaikan dalam acara pelepasan santri tingkat 3 sekaligus pembagian rapor santri tingkat 1 dan 2 MTKD Kecamatan Regol, yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison, Bandung, Selasa.“Jangan pernah berhenti menuntut ilmu. Dengan ilmu dan akhlak, insyaallah kita semua akan menjadi generasi penerus yang amanah, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujar Erwin.Ia mengingatkan bahwa menuntut ilmu adalah jalan menuju surga. Karena itu, para santri maupun masyarakat diminta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar.“Gunakan teknologi untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan memperkuat keimanan. Jangan sampai kita kalah oleh zaman. Justru, kita harus menjadi generasi yang mampu memimpin zaman,” tambahnya.Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Ia mencontohkan sejumlah tokoh dunia yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi di usia lanjut.“Ada yang lulus sarjana di usia 67 tahun, bahkan ada yang meraih gelar doktor di usia 77 tahun. Artinya, selama kita masih hidup, jangan pernah berhenti belajar,” kata Edwin.Ia juga menekankan bahwa ilmu harus memberi manfaat nyata, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.“Tolong ilmu yang didapat disampaikan kepada suami, anak, cucu, dan lingkungan sekitar. Kalau umat Islam bersatu, berakhlak baik, dan terus belajar, insyaallah bisa menjadi kekuatan yang menopang pembangunan kota,” ujarnya.Acara pelepasan santri ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting dalam perjalanan pendidikan dan pembinaan akhlak. Santri yang dilepas diharapkan mampu membawa bekal menghadapi masa depan sekaligus berkontribusi membangun Kota Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi