Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa riset bukanlah beban biaya, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, Sabtu, yang digelar oleh PT HM Sampoerna Tbk dalam rangka memperingati 112 tahun kiprahnya.“Riset adalah motor pertumbuhan ekonomi langsung. Bukan sekadar wacana, tetapi hasilnya bisa dirasakan baik dalam jangka pendek maupun panjang,” tegas Wamen Stella dalam sesi Leadership Talks “Bincang Karya” dengan tema Rakyat Berkarya, Masyarakat Berdaya.Wamen Stella menekankan bahwa penelitian lokal memiliki potensi besar membuka peluang ekonomi global. Ia mencontohkan daun nilam di Aceh yang kini diekspor ke beberapa negara, serta potensi rumput laut yang belum sepenuhnya dimanfaatkan padahal Indonesia merupakan produsen terbesar dunia.“Indonesia memiliki sumber daya alam dan manusia yang besar. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita perlu memacu riset dan inovasi. Pemerintah mendorong kolaborasi antara kampus dan industri agar riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.Lebih lanjut, Wamen Stella menegaskan pentingnya transformasi perguruan tinggi menjadi universitas berbasis riset. “Hanya lewat riset lahirlah inovasi yang bisa menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadikan Indonesia sebagai pemain global,” jelasnya.Acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 menjadi momentum untuk meneguhkan kolaborasi antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan daya saing Indonesia di tingkat global. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi