Ambon (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menegaskan pentingnya perguruan tinggi di wilayah Maluku dan Maluku Utara berperan aktif sebagai pusat inovasi sekaligus agen pembangunan daerah.Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XII tahun 2025, Jumat, bertempat di Ambon.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Maluku tercatat 71,57 dan Maluku Utara 71,03, di bawah rata-rata nasional 74,20. Maluku juga menjadi provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi ketiga di Indonesia (15,78%), sedangkan Maluku Utara berada di peringkat ke-17 (6,03%).Wamen Fauzan menekankan bahwa perguruan tinggi harus menempatkan pendidikan tinggi berdampak sebagai fokus utama. “Perguruan tinggi di Maluku dan Maluku Utara harus menjadi pusat lahirnya inovasi sekaligus agen pembangunan daerah,” ujarnya.Ia menambahkan, pembangunan pendidikan tinggi perlu berfokus pada hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Kampus dituntut menghasilkan riset dan inovasi yang menjawab persoalan riil, memanfaatkan sains dan teknologi untuk solusi sosial-ecologis, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi riset dan kemitraan. Evaluasi dampak juga harus dilakukan secara terukur dan akuntabel.Arahan ini sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek “Diktisaintek Berdampak” yang digagas Menteri Brian Yuliarto, bertujuan mendorong kebermanfaatan nyata dari penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat maupun industri.Wamen Fauzan menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus bersifat transformatif. “Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, kampus dituntut menyiapkan SDM unggul, riset yang berdampak, dan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Jantje Eduard Lekatompessy, mengatakan Rakor ini memiliki makna strategis karena bertepatan dengan HUT ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-79 Provinsi Maluku. Ia menekankan perlunya sinergi semua pemangku kepentingan untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.Hal senada disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Leweirissa. “Perguruan tinggi harus hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Tidak boleh ada jurang yang lebar antara akademik dan kebutuhan rakyat,” katanya.Rakor LLDIKTI XII 2025 diikuti 46 perguruan tinggi swasta beserta badan penyelenggaranya. Kegiatan meliputi diskusi panel tentang penjaminan mutu, kurikulum, dan penguatan kapasitas dosen, serta Open House yang menampilkan produk inovasi perguruan tinggi. Acara ini juga dirangkaikan dengan Penganugerahan LLDIKTI Awards 2025 bagi perguruan tinggi dengan prestasi dan inovasi terbaik.Melalui Rakor ini, diharapkan tercipta komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Maluku dan Maluku Utara.Pemerintah mendorong seluruh pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan mitra strategis bersinergi menghadirkan pendidikan tinggi unggul, inovatif, dan inklusif demi masa depan Indonesia yang lebih maju, adil, dan berdaya saing global. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi