Bandung (buseronline.com) - Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat menjadi momentum penting bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menguatkan kebersamaan dalam membangun daerah. Dengan mengusung semangat “lembur diurus, kota ditata”, KDM menegaskan pembangunan Jawa Barat harus menjadi gerakan kolektif seluruh rakyat.Ajakan tersebut disampaikan KDM dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat yang digelar di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Selasa. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya filosofi kebersamaan khas Sunda sebagai landasan pembangunan.“Mari kita membangun Jabar dengan paheuyeuk-heuyeuk leungeun paantay-antay tangan, sareundeuk saigel, sabobot sapihanean ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak. Semoga pembangunan di Jawa Barat, lembur diurus kota ditata, menjadi lagu yang tidak pernah selesai dinyanyikan,” tutur KDM.Rapat Paripurna Hari Jadi Jabar tahun ini digelar istimewa. Selain lokasi bersejarah di Gedung Merdeka, seluruh peserta hadir mengenakan pakaian adat Sunda. Hadir dalam kesempatan itu tokoh nasional dan daerah, anggota DPR-DPD RI, mantan gubernur Jabar, bupati dan wali kota, Forkopimda, hingga para kepala desa dan lurah. Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka turut membacakan sejarah terbentuknya Provinsi Jawa Barat.KDM menekankan bahwa pembangunan Jawa Barat tidak hanya berorientasi pada masa jabatan, melainkan untuk kepentingan generasi mendatang.“Kita membangun bukan untuk lima atau sepuluh tahun ke depan. Kita membangun untuk anak cucu kita. Apa yang akan kita wariskan bila tidak memiliki nilai-nilai besar dan mendasar?” tegasnya.Ia juga menyinggung capaian enam bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Erwan. Menurutnya, periode singkat itu baru sebatas meletakkan fondasi, namun hasil awal yang terlihat merupakan buah kerja kolektif rakyat Jawa Barat.Sejarah Hari Jadi Provinsi Jabar sendiri ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2010, yang menetapkan 19 Agustus 1945 sebagai tanggal lahirnya Jawa Barat.Usai rapat paripurna, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan Kirab Budaya yang melibatkan lebih dari 3.000 peserta dari 27 kabupaten/kota. Berbagai pertunjukan seni, atraksi tradisional, kostum kerajaan, cerita rakyat, hingga kuliner khas Jawa Barat ditampilkan sepanjang rute Gedung Merdeka menuju Gedung Sate, Kota Bandung.Kirab budaya pertama yang digelar ini menjadi simbol keberagaman dan kekayaan budaya Jawa Barat, sekaligus penegasan komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi