Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengajak mahasiswa baru Universitas Tarumanagara (Untar) untuk lebih kreatif dalam menentukan bidang keahlian sejak awal perkuliahan. Ajakan ini disampaikan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untar 2025, Jumat.Dalam sesi seminar motivasi, Wamen Stella menekankan bahwa menemukan kepakaran sejak bangku kuliah akan menjadi ciri khas dan kekuatan utama generasi muda dalam membangun masa depan. Ia berdialog langsung dengan mahasiswa mengenai cita-cita dan keterampilan yang diperlukan untuk mewujudkannya. Menariknya, sebagian besar mahasiswa Untar mengaku memiliki impian profesi di luar jalur pekerjaan kantor atau dunia wirausaha.“Setiap individu harus memiliki kepakarannya dalam merancang masa depan secara kreatif dan menarik. Masa kuliah adalah kesempatan emas untuk mengasah kepakaran itu, bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik. Kemampuan utama yang dibutuhkan adalah berpikir kritis, pengambilan keputusan, dan kemampuan beradaptasi,” ungkap Wamen Stella di Kampus Utama Untar.Selain itu, Wamendiktisaintek mendorong mahasiswa untuk menekuni dunia penelitian. Menurutnya, penelitian merupakan cara efektif membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mampu berpikir kritis, salah satu kemampuan penting untuk mencapai profesi impian.Wamen Stella menambahkan, proses menemukan kepakaran tidak hanya membutuhkan ketekunan, tetapi juga keberanian untuk mencoba hal baru. “Proses menemukan kepakaran itu butuh keberanian untuk mencoba hal baru, keterbukaan terhadap perubahan, serta kemauan untuk terus belajar. Dengan begitu, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun membangun karier sesuai minat dan keahlian masing-masing,” pungkasnya.Dengan dorongan ini, diharapkan mahasiswa Untar dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal, mengasah keahlian yang menjadi ciri khas mereka, dan siap bersaing di dunia profesional maupun inovasi sains dan teknologi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi