Jakarta (buseronline.com) - Pendidikan menjadi sorotan utama dalam Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) serta Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung Nusantara DPR/MPR RI, Jumat.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, turut hadir dalam sidang kenegaraan tersebut. Presiden menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama kemajuan bangsa dalam jangka panjang. Pemerintah berkomitmen mencetak generasi pemimpin nasional yang menguasai sains dan teknologi, sekaligus memutus rantai kemiskinan ekstrem.“Untuk mengatasi kekurangan dokter dan dokter spesialis, tahun ini akan dibuka 148 program studi (prodi) di 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia. Akan ditambah juga prodi dokter umum, dokter gigi, dan peningkatan kuota mahasiswa kedokteran yang mendapat beasiswa,” tegas Presiden Prabowo.Sejalan dengan itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah meluncurkan Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis melalui Strategi Kemitraan Sistem Kesehatan Akademik pada Juli 2025. Program ini menjadi bagian dari agenda strategis Diktisaintek Berdampak serta mendukung percepatan pencapaian Asta Cita yang dicanangkan pemerintah.Selain memperkuat pendidikan tinggi, Presiden juga menekankan pentingnya pembangunan pendidikan dasar yang berkualitas. Pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda baru serta penyelenggaraan 80 Sekolah Garuda Transformasi sebagai upaya mencetak calon pemimpin masa depan dan mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi.Langkah-langkah strategis ini, menurut Presiden Prabowo, bukan hanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga untuk memastikan pemerataan akses kesehatan, pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.Dari sisi legislatif, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kesiapan DPR untuk mengawal setiap kebijakan pemerintah.“Mandat utama bagi kita adalah menghadirkan kebijakan negara yang benar-benar melayani dan menyejahterakan rakyat,” tegasnya.Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai bahwa momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80 merupakan titik tolak penting untuk menetapkan arah pembangunan bangsa ke depan.“Momen peringatan kemerdekaan bukan hanya merayakan masa lalu, tetapi juga merenungkan perjalanan bangsa dan menetapkan langkah baru untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang,” ujarnya.Dengan sinergi antara kebijakan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul yang berkarakter, berdaya saing, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang berdaulat, maju, serta sejahtera. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi