Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) membahas pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto, dengan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, di Jakarta, Rabu.Dalam pertemuan tersebut, dibahas kesiapan lahan seluas 20 hektare yang akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan unggulan di Kaltara. Pemerintah menargetkan pembangunan SMA Unggul Garuda di atas lahan tersebut dapat segera direalisasikan untuk menampung siswa dari berbagai daerah, termasuk kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.Menteri Brian menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan di wilayah perbatasan merupakan prioritas nasional. Pembangunan fasilitas pendidikan baru di Kaltara diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.“Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap program pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan. Ini adalah wujud komitmen kita untuk memastikan seluruh anak bangsa memiliki kesempatan pendidikan yang sama,” ujarnya.Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, menjelaskan bahwa Pemprov Kaltara telah menyiapkan lahan di beberapa titik strategis. Salah satunya berlokasi tidak jauh dari kantor DPRD Provinsi Kaltara. Dari total 20 hektare, sebanyak 16 hektare telah bersertifikat atas nama Pemprov, sementara sisanya dalam proses sertifikasi untuk mempercepat pembangunan.“Lahan sudah siap, tanahnya keras dan tidak berada di kawasan gambut. Jalur akses jalan juga tersedia, sehingga proses pembangunan bisa segera dijalankan,” kata Zainal.Selain memperluas akses pendidikan, proyek pembangunan ini juga diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan di Provinsi Kaltara. Pasalnya, sebagian wilayah Kaltara hingga kini masih menghadapi tantangan infrastruktur dan aksesibilitas, terutama di daerah yang hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai, laut, atau dengan jarak tempuh darat yang panjang.Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk mempercepat realisasi pembangunan ini, sehingga generasi muda di wilayah perbatasan dapat menikmati layanan pendidikan yang layak dan berkualitas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi