Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu mengajak mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) untuk menguasai kepemimpinan diri atau self leadership sebagai bekal penting dalam meraih kesuksesan pribadi maupun memimpin orang lain. Pesan tersebut ia sampaikan dalam kuliah umum bertema “Self Leadership” yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-10 PKN STAN, Selasa.Di hadapan ratusan mahasiswa dan sivitas akademika, Wamenkeu Anggito mengaku mengajar adalah bagian dari hati dan jiwanya. Ia merasa antusias bisa hadir di tengah mahasiswa untuk berbagi wawasan yang tidak hanya berfokus pada ekonomi atau keuangan negara, tetapi juga pada pembentukan karakter kepemimpinan.“Mengajar itu adalah hati saya dan jiwa saya. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada PKN STAN yang sudah mengundang saya. Materi ini bukan tentang ekonomi atau keuangan negara, tapi bagaimana menjadikan diri Anda sebagai seorang pemimpin,” ujarnya.Anggito menegaskan, memimpin diri sendiri merupakan bentuk kepemimpinan paling sulit karena membutuhkan pengendalian diri yang kuat.“Kalau kamu bisa memimpin diri kamu sendiri, maka kamu bisa memimpin orang lain,” tegasnya.Ia mengajak mahasiswa untuk mengubah pola pikir negatif menjadi positif, menekankan bahwa pikiran adalah sumber dari banyak masalah maupun solusi.“You are what you think. Pikiranmu adalah sumber masalahmu. Ganti kata-kata ‘saya minder’ atau ‘saya takut’ menjadi ‘saya optimis’, ‘saya percaya diri’, ‘saya pantang menyerah’,” pesannya.Dalam kuliah umum tersebut, Anggito juga mengingatkan pentingnya integritas, visi, dan nilai hidup (values) yang kuat untuk mengambil keputusan secara objektif.“Kamu harus bangun namanya values, kamu harus punya idealisme. Kejujuran, integritas, loyalitas, itu harus kamu bangun. Itu semuanya ada di dalam hati dan pikiran kamu,” tambahnya.Acara yang berlangsung interaktif ini mendapat sambutan hangat dari mahasiswa PKN STAN. Banyak peserta yang antusias mengikuti materi hingga akhir, menganggapnya sebagai momentum berharga untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan di lingkungan kampus maupun kehidupan profesional mendatang. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi