Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan sekolah swasta sekaligus memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik.Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat memberikan arahan pada kegiatan Penyampaian Kebijakan dan Program Strategis Pendidikan Kota Bandung di SMA BPI 1, Jalan Burangrang No 8, Kecamatan Lengkong, Jumat.Dalam sambutannya, Erwin menekankan peran vital sekolah swasta dalam ekosistem pendidikan di Kota Bandung.Dari total kuota 36.666 siswa tingkat SD, hanya sekitar 24.000 yang diterima di sekolah negeri. Sisanya, sebagian besar menempuh jalur pendidikan alternatif seperti pesantren dan sekolah swasta.“Waktu itu kami berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Asda I dan Kepala Dinas Pendidikan. Kami sepakat bahwa sekolah swasta harus tetap hidup, tidak boleh dibiarkan mati,” ujar Erwin.Pemkot Bandung telah mengklasifikasikan sekolah swasta dalam empat tipe (A–D) dan memberikan perhatian khusus pada tipe C dan D, terutama dari sisi pembiayaan dan kesejahteraan guru. Kelompok RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) juga diharapkan lebih banyak diarahkan ke sekolah swasta.Erwin menegaskan, integritas dan keikhlasan para kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Ia mengajak para kepala sekolah untuk meniatkan tugasnya sebagai bentuk sedekah dan amal jariyah.“Kepala sekolah itu bukan sekadar jabatan administratif. Ibu bapak semua adalah pemimpin yang membentuk generasi berilmu. Kalau ada waktu, perhatian, dan tenaga berlebih, niatkan sebagai sedekah untuk keberlangsungan ilmu,” ucapnya haru.Terkait isu penahanan ijazah dan kendala administrasi, Erwin meminta kepala sekolah berkomunikasi lebih awal dengan Dinas Pendidikan sebelum permasalahan melebar ke publik.“Kalau ada kendala, bicarakan dulu dengan dinas. Kalau tidak terselesaikan, saya siap bantu. Jangan tunggu viral dulu baru cari solusi,” tegasnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, memaparkan sejumlah inovasi penguatan karakter siswa. Salah satunya uji coba program kolaborasi bersama TNI dan Polri untuk siswa kelas 9 SMP di empat sekolah negeri.Kegiatan ini dilakukan setiap Jumat, melibatkan psikolog dan aparat untuk memberikan pembinaan mental serta wawasan kebangsaan.“Kita integrasikan materi wawasan kebangsaan dalam pelajaran PPKn. Harapannya, siswa bukan hanya pintar, tapi juga tangguh secara mental dan sosial,” kata Asep.Disdik juga memperkuat muatan lokal seperti pelajaran kesundaan, kaulinan barudak, dan pendidikan lingkungan hidup untuk menanamkan nilai budaya lokal, kemandirian, dan tanggung jawab sejak dini.Pemkot Bandung akan segera menerbitkan surat edaran guna menyelaraskan visi dan program antara sekolah negeri dan swasta, khususnya dalam penguatan karakter, pencegahan kekerasan, dan wawasan kebangsaan.“Kita juga akan menjadwalkan pertemuan rutin dengan kepala sekolah swasta dan madrasah setiap tiga bulan sekali agar kebijakan pendidikan bisa disusun secara inklusif dan menyeluruh,” jelas Asep.Dengan strategi kolaboratif dan pembenahan sistem pendidikan dari hulu ke hilir, Pemkot Bandung berharap seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, dapat menjadi ruang tumbuh yang sehat, inklusif, serta melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi