Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah progresif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperkuat sektor pendidikan tinggi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan resmi dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, di Jakarta, Selasa.Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Rudy memaparkan sejumlah program strategis di bidang pendidikan, salah satunya Program Gratispol, yaitu kuliah gratis bagi mahasiswa asal Kaltim untuk jenjang S1, S2, hingga S3. Ia menyebutkan, untuk mahasiswa yang kuliah di luar Kaltim, pemerintah menyediakan beasiswa penuh, sementara bagi yang kuliah di dalam provinsi, pembiayaan pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Kaltim.”S1, S2, S3 kita kasih gratis untuk warga Kaltim. Yang kuliah di luar Kaltim mendapat beasiswa. Untuk yang di Kaltim semuanya gratis, sambil kita coba terus tingkatkan mutunya,” ujar Rudy Mas’ud.Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyambut baik berbagai inisiatif tersebut. Ia mengapresiasi upaya Pemprov Kaltim dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, termasuk melalui pengembangan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, serta rencana kerja sama program double degree dengan universitas luar negeri.Menteri Brian menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan investasi strategis bangsa. Dalam hal ini, ia menyampaikan kesiapan kementeriannya untuk memfasilitasi program visiting professor ke Kaltim, guna mempercepat pemerataan kualitas pendidikan tinggi nasional.“Kami siap menghadirkan dosen-dosen dan profesor dari kampus unggulan untuk mendampingi dosen lokal, baik melalui pembinaan, mentoring, maupun kolaborasi riset. Ini bentuk nyata pemerataan mutu pendidikan,” tegas Brian.Lebih lanjut, Mendiktisaintek juga menyatakan komitmen untuk mempercepat operasional ISBI Kaltim, dengan merespons cepat dukungan penuh pemerintah daerah, termasuk hibah lahan seluas 40 hektare dan alokasi anggaran pembangunan kampus.Mengenai skema double degree, Menteri Brian menilai program ini sangat relevan dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Ia menyebut, skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh sebagian masa studi di dalam negeri dan sisanya di luar negeri, yang akan memperluas jejaring internasional serta meningkatkan kompetensi lulusan Indonesia.Sebagai tindak lanjut konkret, Menteri Brian dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur dalam waktu dekat. Tujuannya adalah memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang berbasis mutu, inklusivitas, dan keberlanjutan.“Kolaborasi antara pusat dan daerah adalah kunci. Kami ingin memastikan setiap wilayah, termasuk Kaltim, memiliki akses dan dukungan untuk mengembangkan pendidikan tinggi berkualitas,” pungkasnya.Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat menjadikan Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi