Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Amerika Serikat menggelar audiensi strategis di Jakarta, Jumat, guna memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi dan riset antara Indonesia dan Amerika Serikat.Pertemuan tersebut dihadiri Calon Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Deputy Chief of Mission (DCM) RI di Washington DC Nidya Kartikasari, serta akademisi Universitas Indonesia Nining I Soesilo.Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai topik strategis, termasuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang sains dan teknologi, penguatan jejaring akademik global, serta kerja sama riset strategis di sektor Rare Earth Element (REE).Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah penerima beasiswa LPDP di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), dengan prioritas pengiriman ke universitas-universitas top dunia.“Kita ingin, misalnya, beberapa profesor MIT bisa menjadi mentor langsung bagi profesor Indonesia,” kata Menteri Brian, seperti dilansir dari laman Diktisaintek.Ia juga mengungkap rencana pengaktifan kembali MIT Indonesia Research Alliance (MIRA) dan pengiriman profesor Indonesia ke MIT dalam skema riset bersama.Sementara itu, Indroyono Soesilo menjelaskan bahwa saat ini terdapat 8.348 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.700 mahasiswa mengikuti program magang profesional (Optional Practical Training/OPT).Selain itu, puluhan akademisi Indonesia terlibat aktif dalam riset bersama dengan berbagai laboratorium dan industri besar di AS.Pertemuan ini juga membahas rencana penguatan kerja sama riset di bidang quantum engineering dan mineral tanah jarang.Keduanya sepakat mendukung pengiriman dosen, visiting scholar, serta pertunjukan budaya melalui program joint class dan perjanjian kerja sama (MoU) dengan berbagai kampus di Amerika.Indroyono mengusulkan agar program pengiriman dosen dan seniman budaya Indonesia ke universitas-universitas di AS yang pernah berjalan dihidupkan kembali.“Dulu dosen-dosen kita pernah dikirim satu semester untuk mengajar budaya. Kalau bisa program ini kita hidupkan kembali,” ujarnya.Menteri Brian menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan bahwa kolaborasi kebudayaan akan menjadi bagian penting dari strategi diplomasi pendidikan tinggi Indonesia di kancah global.Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan memperluas skema joint degree, program visiting scholar, pertukaran riset, serta peningkatan program magang dan pelatihan profesional.Pemerintah juga merencanakan pembentukan forum khusus pendidikan tinggi dan riset Indonesia-Amerika dalam dua tahun ke depan sebagai wadah kolaborasi lintas institusi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi