Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung terus mengembangkan potensi pariwisata daerah melalui pendekatan tematik berbasis budaya dan komunitas.Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyatakan bahwa arah pembangunan pariwisata Kota Bandung ke depan difokuskan pada penguatan identitas lokal di setiap wilayah."Bandung ini kaya dengan budaya lokal di tiap kecamatan. Kami ingin mengangkat kekuatan ini sebagai identitas wisata tematik, yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga membangun keterlibatan aktif warga," ujar Erwin dalam wawancara khusus bersama Nusantara TV di Balai Kota Bandung, Jumat.Erwin mencontohkan beberapa kawasan yang kini tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata tematik, seperti Kampung Belekok di Gedebage dengan potensi ekowisatanya, seni benjang yang tumbuh subur di masyarakat lokal, hingga Teras Cihampelas yang akan ditata ulang menjadi taman tematik sekaligus pusat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).“Dengan konsep wisata berbasis komunitas, pelaku budaya lokal, UMKM, hingga komunitas seni bisa berperan aktif. Ini bukan sekadar atraksi, tapi gerakan bersama untuk menjadikan Bandung lebih hidup dan berkelanjutan,” tambahnya.Sejumlah kawasan wisata unggulan lainnya juga akan terus dikembangkan. Di antaranya adalah kawasan Asia Afrika dan Braga sebagai destinasi heritage tourism, wisata edukatif di Taman Lalu Lintas dan Museum Geologi, serta wisata budaya di Saung Angklung Udjo.Pemkot Bandung juga menerapkan pendekatan pentahelix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam pembangunan ekosistem pariwisata. Menurut Erwin, sinergi ini penting agar pariwisata Bandung tak hanya menjadi tempat kunjungan, melainkan juga memberi pengalaman yang berkesan dan membangun rasa kepemilikan bagi semua pihak.“Bandung adalah kota jasa dan kota wisata. Tapi kami ingin wisata ini bukan hanya tentang kunjungan, melainkan pengalaman dan keterlibatan. Oleh karena itu, semua program kami arahkan ke pendekatan kolaboratif dan tematik,” jelasnya.Selain pengembangan destinasi, Pemkot Bandung juga terus memperkuat faktor kenyamanan dan keamanan wisatawan. Beberapa langkah yang telah dilakukan meliputi pembentukan Satgas Premanisme, penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU), pemasangan CCTV di berbagai titik strategis, serta kemudahan dalam proses perizinan usaha bagi para pelaku industri pariwisata.“Bandung harus terasa aman, nyaman, dan menyenangkan. Kita ingin orang datang, lalu ingin kembali lagi, dan lagi,” tutur Erwin.Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam mendukung gerakan pembangunan wisata berbasis komunitas ini. Bagi Erwin, Bandung bukan hanya sekadar kota, tapi memiliki jiwa yang hidup melalui keberagaman dan kehangatan warganya."Bandung ini bukan sekadar kota, tapi seluas jiwa. Ayo nikmati kuliner, hiburan, dan keramahan warga Bandung. Insyaallah kami akan terus jaga dan hadirkan pelayanan terbaik bagi para wisatawan," pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi