Kudus (buseronline.com) - Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan komitmennya untuk menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang aman, menyenangkan, dan bebas dari perundungan (bullying).Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat dirinya memimpin apel pembukaan tahun ajaran baru di SMP Negeri 1 Kudus, Senin. Apel ini diikuti oleh ratusan siswa baru, para guru, serta orang tua murid yang sengaja diundang untuk turut menyaksikan momen penting tersebut.“Sekolah harus menjadi ruang yang bebas dari bullying, tempat yang menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri,” ujar Bupati Sam’ani di hadapan peserta apel.Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara mental dan emosional, Sam’ani menekankan pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang membangun dan bersifat inklusif. Ia meminta agar MPLS tidak diisi dengan kegiatan yang menakutkan atau bersifat senioritas yang berlebihan.“MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan, yang membuat anak merasa diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar sekolah,” tambahnya.Bupati juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan anak. Ia menyebut kolaborasi antara guru dan orang tua sebagai fondasi utama dalam menciptakan iklim belajar yang positif dan mendukung perkembangan anak.“Kami sengaja menghadirkan orang tua untuk ikut apel. Semoga ini menjadi kesan luar biasa bagi anak-anak, bahwa orang tua hadir mendukung dan memantau pendidikan mereka,” jelasnya.Tidak hanya fokus pada aspek psikologis, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menggulirkan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, yang bertujuan memastikan seluruh siswa dalam kondisi sehat saat mengikuti kegiatan belajar-mengajar.“Program ini untuk deteksi dini dan memastikan anak-anak dalam kondisi sehat selama proses belajar berlangsung,” tegas Sam’ani.Kepala SMP Negeri 1 Kudus, Abdul Rochim, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar pemerintah daerah terhadap pendidikan. Ia menyambut baik langkah bupati yang menghadirkan orang tua dalam apel sebagai bentuk penguatan kemitraan pendidikan.“Ini bukti nyata keterlibatan orang tua dalam pendidikan. Kemitraan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pendidikan,” ungkap Rochim.Ia juga menjelaskan bahwa MPLS tahun ini di SMP Negeri 1 Kudus dirancang dengan konsep ramah anak, yang menekankan kenyamanan dan keamanan siswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah.“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, bebas dari bullying, dan mendorong kedekatan emosional antara siswa, guru, dan sekolah,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi